Era Anies Terbongkar, DPRD Puji Langkah Pramono Revitalisasi JPO Sarinah

Peresmian JPO Sarinah, Langkah Penting Menuju Jakarta yang Lebih Inklusif

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyambut baik langkah Gubernur Pramono Anung dalam merevitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah, yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Ia hadir langsung bersama Gubernur saat peresmian JPO tersebut pada Senin (2/2/2026).

Yuke mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung inisiatif ini dan berharap agar pengembangan serupa juga dilakukan di beberapa JPO lainnya atau lokasi lain di Jakarta. “Kita sih menyambut baik ya peresmian ini, dan kita berharap di beberapa JPO lain atau di beberapa lokasi juga bisa dibuatkan hal seperti ini,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Gubernur Pramono Anung juga turut mengajak warga disabilitas untuk ikut serta dalam prosesi peresmian. Warga disabilitas tersebut memberikan sejumlah masukan kritis, salah satunya meminta agar semua JPO di Jakarta lebih inklusif. Untuk JPO Sarinah, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan revitalisasi dengan menambahkan fasilitas seperti lift, ubin taktil, dan akses kursi roda.

Yuke berharap masukan dari para pengguna disabilitas dapat segera direspons oleh Pemprov DKI Jakarta agar seluruh JPO di Jakarta menjadi lebih inklusif. “Pak Gubernur, beliau bilang menerima semua masukan dan kita akan coba benahi di halte-halte yang lain, JPO-JPO yang lain, ataupun akses ke transportasi umum yang lainnya. Jadi ke depan kita berharap ini sebagai salah satu contoh ya, dan tadi sudah dites sendiri cukup lumayan nyaman,” tambah Yuke.

Sejarah JPO Pertama di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa JPO di Sarinah merupakan yang pertama dimiliki Jakarta. JPO ini diresmikan pada era Gubernur Ali Sadikin pada 1968. Namun, pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, JPO Sarinah sempat dibongkar pada 2022 silam karena alasan estetika.

“Hari ini kita melakukan revitalisasi agar JPO ini menjadi ramah terhadap disabilitas dan juga semua orang mempunyai pilihan, apakah mau menggunakan lift ataukah menggunakan pelican crossing yang tetap kita operasikan,” ucap Gubernur.

Pelebaran Pedestrian di Sekitar Kawasan

Selain menghidupkan kembali JPO legendaris tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga akan melakukan pelebaran pedestrian di sekitar kawasan tersebut. “Nantinya pedestrian ini akan dilebarkan kurang lebih 2,6 (meter). Sehingga dengan demikian jalan ini pedestrian ini akan bisa lebih luas, lebih lebar,” ujarnya.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Revitalisasi JPO Sarinah tidak hanya menjadi langkah penting dalam meningkatkan aksesibilitas bagi warga disabilitas, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kota Jakarta dapat terus berkembang dengan memperhatikan kebutuhan semua kalangan. Dengan penambahan fasilitas seperti lift dan akses kursi roda, JPO Sarinah kini menjadi lebih nyaman dan aman untuk semua pengguna.

Harapan besar ditujukan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk terus memperbaiki infrastruktur transportasi umum, terutama JPO-jpo lainnya. Dengan pendekatan inklusif, Jakarta dapat menjadi kota yang lebih manusiawi dan ramah bagi semua warganya.

Pos terkait