Estika Tata Tiara (BEEF) bawa 250 sapi impor, dukung program MBG

Aa1bhwxn
Aa1bhwxn



JAKARTA – Perusahaan agribisnis PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) mengimpor 250 ekor sapi perah ke kawasan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Manggala, Baturaden, Kabupaten Banyumas. Kedatangan hewan ternak tersebut terjadi pada Senin (16/2/2026).

Manajemen BEEF menyatakan bahwa pengadaan sapi perah ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Lunar Chemplast sebagai mitra dalam proses pengadaan dan importasi. Pengiriman sapi perah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pasokan susu.

Menurut perhitungan pemerintah, program MBG membutuhkan pasokan susu sekitar 4 juta ton per tahun. Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (18/2/2026), manajemen BEEF menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan impor 400 ribu sapi indukan, dengan sebagian besar di antaranya adalah sapi perah. Target ini menjadi bagian dari rencana pengadaan 2 juta ekor sapi dalam lima tahun ke depan.

Untuk mendukung pengembangan usaha peternakan, BEEF telah menyiapkan fasilitas peternakan yang mencakup kandang seluas 1.709 meter persegi serta lahan seluas 1.448 meter persegi. Fasilitas ini dirancang untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak secara optimal.

Lokasi Baturaden, yang berada di dataran tinggi dengan iklim sejuk, dinilai sangat mendukung stabilitas produksi susu serta kesejahteraan hewan. Dengan kondisi alam yang ideal, BEEF yakin dapat meningkatkan kapasitas produksi susu segar secara signifikan.

Dalam pengelolaan dan perawatan sapi perah, BEEF bekerja sama dengan BBPTU Baturaden guna memastikan penerapan standar manajemen peternakan terbaik. Kolaborasi ini mencakup aspek teknis pemeliharaan, pengawasan kesehatan ternak, serta pengembangan sistem produksi berkelanjutan.

Selain itu, perseroan memperkuat rantai pasok pakan dengan menanam hijauan ternak di lahan seluas 178.214 meter persegi di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Area yang berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut ini memiliki agroklimat yang mendukung pertumbuhan hijauan berkualitas tinggi.

Melalui langkah-langkah ini, BEEF optimistis dapat meningkatkan kapasitas produksi susu segar secara signifikan, memperkuat ketahanan rantai pasok, serta berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional.

Pengembangan yang dilakukan oleh BEEF juga menegaskan komitmen perseroan dalam membangun sektor peternakan modern yang berorientasi pada keberlanjutan dan ketahanan pangan nasional.

Berikut beberapa strategi utama yang diterapkan BEEF:

  • Kolaborasi dengan BBPTU Baturaden

    BEEF bekerja sama dengan BBPTU Baturaden untuk memastikan penerapan standar manajemen peternakan terbaik. Kerja sama ini mencakup aspek teknis pemeliharaan, pengawasan kesehatan ternak, dan pengembangan sistem produksi berkelanjutan.

  • Pengembangan Fasilitas Peternakan

    Perseroan telah menyiapkan fasilitas peternakan yang mencakup kandang seluas 1.709 meter persegi dan lahan seluas 1.448 meter persegi. Fasilitas ini dirancang untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak secara optimal.

  • Penguatan Rantai Pasok Pakan

    BEEF memperkuat rantai pasok pakan dengan menanam hijauan ternak di lahan seluas 178.214 meter persegi di Desa Tumiyang. Lokasi ini dipilih karena memiliki agroklimat yang mendukung pertumbuhan hijauan berkualitas tinggi.

  • Dukungan terhadap Program MBG

    Pengadaan sapi perah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pasokan susu.

Dengan strategi-strategi tersebut, BEEF berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas produksi susu segar dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pos terkait