Etihad, Qatar, dan Emirates Perpanjang Penangguhan Operasional

Aa1xlepg
Aa1xlepg

Penangguhan Operasional Maskapai Internasional Akibat Tensi Geopolitik

Maskapai penerbangan internasional seperti Etihad Airways, Qatar Airways, dan Emirates terus memperpanjang penangguhan operasional sementara waktu. Hal ini dilakukan di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang terjadi di Iran menyebabkan penutupan bandara hub utama di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha.

Emirates, yang merupakan maskapai internasional terbesar, resmi memperpanjang penangguhan operasional hingga Rabu (3/3/2026). Informasi ini disampaikan melalui media sosial resmi @emirates. Pernyataan dari Emirates menyebutkan bahwa akibat penutupan ruang udara regional yang berulang, semua penerbangan ke dan dari Dubai ditangguhkan hingga pukul 15.00 Waktu Uni Emirat Arab pada Selasa, 3 Maret.

Manajemen Emirates menegaskan bahwa situasi saat ini masih dinamis dan terus dievaluasi. Mereka mengimbau para pelanggan untuk memeriksa pembaruan operasional terbaru melalui situs web resmi http://emirates.com dan memeriksa email mereka untuk pemberitahuan tentang perubahan atau pembatalan penerbangan sebelum berangkat ke bandara.

Seluruh titik check-in di kota-kota di Dubai ditutup sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut. Pihak Emirates juga terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait.

Di Indonesia, ratusan penumpang yang batal terbang ke Bandara Timur Tengah memadati konter maskapai di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk mencari kejelasan informasi soal tiket yang sudah dibeli.

Sementara itu, Qatar Airways menyatakan bahwa semua penerbangan masih ditangguhkan dan akan memberikan pembaruan pada 3 Maret 2026 pukul 09.00 waktu Doha. Serupa, Etihad Airways dalam media sosial resmi X, @etihad, menyatakan memperpanjang pembatalan penerbangan hingga Senin (2/3/2026) pukul 14.00 waktu Uni Emirat Arab (GMT+4).

Singapore Airlines juga terdampak dan membatalkan penerbangan dari dan ke Dubai untuk periode 28 Februari hingga 7 Maret 2026. Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah. Namun, penerbangan dari dan ke Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moscow, dan Peshawar dibatalkan. Pembatalan berlaku sampai 2 Maret pukul 23.59 GMT.

Menurut laporan, penangguhan operasional dari maskapai-maskapai besar yang beroperasi di Teluk Persia menyebabkan gangguan besar di beberapa bandara tersibuk di dunia. Otoritas penerbangan sipil Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan telah menangani lebih dari 20.000 penumpang yang terdampak oleh gangguan tersebut. Puluhan ribu orang terperangkap di wilayah yang berfungsi sebagai superkonektor global, menghubungkan dua titik di planet ini dengan satu kali transit.

Beberapa bandara di Teluk terkena dampak serangan balasan saat Iran meluncurkan rudal dan drone ke seluruh wilayah sebagai respons terhadap serangan awal pada Sabtu oleh pasukan udara Israel dan AS.

Pos terkait