Fabio Quartararo: Yamaha Masih Tertinggal Jauh Meski Sudah Ganti Mesin V4
Fabio Quartararo, pembalap Monster Energy Yamaha, masih merasa bahwa pabrikannya tertinggal jauh dari pesaing meskipun telah mengganti mesin menjadi V4 untuk musim MotoGP 2026. Kekhawatiran ini muncul setelah tes pramusim di Sirkuit Buriram, Thailand, yang berlangsung akhir pekan lalu.
Kisah sedih Quartararo dengan Yamaha belum berakhir dan bahkan semakin memprihatinkan. Juara dunia MotoGP 2021 ini merasa bahwa mesin V4 milik pabrikan Iwata masih membutuhkan waktu lama untuk mencapai level yang diharapkan.
“Kita bisa melihat bahwa kita masih 0,7 sampai 0,8 detik lebih lambat daripada simulasi balapan tahun lalu saat tes,” ujar Quartararo dikutip dari Motorsport. “Saya pikir itu adalah proses yang panjang dan kita membutuhkan beberapa bulan lagi untuk siap,” tambahnya.
Hasil Tes yang Mengecewakan
Hasil tes yang tidak memuaskan terlihat dari kecepatan satu lap yang sangat jauh dari para pembalap lain. Quartararo, yang musim lalu berhasil meraih lima pole position, hanya mampu menempati posisi ke-17 dengan margin 1 detik lebih lambat dari waktu lap tercepat dalam tes.
Rider tercepat Yamaha, Jack Miller (Prima Pramac Yamaha), juga hanya berada di posisi ke-16 dengan catatan yang hampir sama dengan Quartararo. Ini menunjukkan bahwa performa motor Yamaha masih jauh dari harapan.
Masalah Teknis yang Mengganggu
Selain kecepatan, keandalan motor Yamaha juga menjadi pertanyaan. Masalah teknis membuat pabrikan Garpu Tala harus menghentikan seluruh pengujian pada hari kedua tes Sepang awal Februari lalu. Pemangkasan ini berlanjut hingga tes Buriram, bahkan hanya ada satu motor yang tersedia di garasi, dibandingkan biasanya dua unit.
Efek dari masalah ini membuat aktivitas tes di Buriram terbatas. “Batas jarak tempuh mesin habis hari ini (Minggu, 22 Februari 2026), jadi kami hanya punya satu motor,” jelas Quartararo. “Untuk hal-hal yang perlu kami lakukan hari ini, itu sudah cukup, karena hari ini lebih tentang pengaturan dan segalanya.”
Namun, ia menyadari bahwa mereka belum benar-benar menemukan arah. “Mungkin untuk paruh pertama tahun ini, kami perlu mencari tahu bagaimana perkembangannya, dan mencoba untuk meningkatkan motor kami,” lanjutnya.
Frustrasi yang Meluap
Frustrasi Quartararo terhadap motor Yamaha meluap pada hari pertama tes Buriram hingga mengacungkan jari tengah ke kuda besinya itu. Menurut El Diablo, Yamaha baru bisa benar-benar merasakan efek mengganti mesin ke V4 setelah mengarungi semusim penuh tahun ini.
Apalagi masih ada beberapa kelemahan lama yang belum teratasi, seperti kemampuan di tikungan dan masalah grip yang sering muncul. “Sejujurnya, saya rasa ini akan berlangsung sepanjang tahun, karena saya pikir kita tidak bisa menemukan semua yang kita butuhkan dengan sangat cepat,” kata Quartararo.
“Ini akan menantang karena sebagai pembalap, Anda ingin berjuang untuk meraih kemenangan atau setidaknya mencoba meraih pole position atau barisan depan seperti tahun lalu.” Namun, ia mengakui bahwa mereka masih sangat jauh dari target tersebut. “Kami akan bekerja semaksimal mungkin.”
“Saya rasa mesin adalah perubahan besar yang masih memerlukan perbaikan, tetapi bukan hanya itu. Kemampuan berbelok dan gripnya adalah titik terlemah,” tutup Quartararo.





