Pemilik Biro Travel Haji dan Umroh Berharap Pemerintah Bantu Kepulangan Jamaah
Pemilik biro travel haji dan umroh asal Kabupaten Kebumen, Fachrudin Ahmad Nawawi, menyampaikan harapan kepada pemerintah terkait keberangkatan dan kepulangan jamaah yang melakukan perjalanan umroh. Ia berharap pemerintah dapat membantu jika nantinya ada kendala pasca adanya konflik di kawasan Timur Tengah.
Sejauh ini, sebanyak 23 orang telah berangkat umroh melalui biro miliknya. Mereka melakukan perjalanan menggunakan pesawat Saudi Airlines dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta pada dini hari Minggu (1/3/2026). Sampai saat ini, tidak ada kendala maupun hambatan dalam proses keberangkatan. Jamaah tersebut kini telah tiba di Jeddah, Arab Saudi.
Gus Fachrudin mengatakan bahwa dirinya sebenarnya berencana untuk mendampingi jamaah tersebut. Namun, karena beberapa hal, akhirnya ia digantikan oleh orang lain. “Untuk saat ini alhamdulillah tidak ada kendala,” katanya saat dihubungi.
Jamaah yang melakukan perjalanan umroh ini akan kembali ke tanah air dengan penerbangan menggunakan Saudi Airlines tanpa harus transit. Jadwal kepulangan mereka dijadwalkan pada Senin (9/2/2026). Meski demikian, ia tetap berharap tidak ada kendala saat kepulangan jamaah ke Indonesia.
Ia juga berharap kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umroh untuk hadir dan memfasilitasi serta membantu kepulangan jamaah jika nanti ada kendala. “Harapannya pemerintah membantu apa yang dibutuhkan jamaah di sana dan melakukan pendataan untuk kepulangan yang bisa dijadwalkan dibantu oleh pemerintah Indonesia,” ujarnya.
Rencana Kepulangan Jamaah
Kepulangan jamaah umroh yang dilakukan melalui biro milik Gus Fachrudin direncanakan akan berlangsung secara lancar. Dengan penerbangan langsung menggunakan maskapai Saudi Airlines, jamaah tidak perlu melakukan transit, sehingga mengurangi risiko keterlambatan atau gangguan selama perjalanan pulang.
Namun, meskipun rencana sudah terencana dengan baik, Gus Fachrudin tetap merasa perlu adanya dukungan dari pihak pemerintah. Hal ini penting sebagai langkah antisipasi apabila terjadi situasi tak terduga, seperti konflik atau perubahan kebijakan di kawasan Timur Tengah.
Peran Pemerintah dalam Kepulangan Jamaah
Dalam pernyataannya, Gus Fachrudin menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan keberangkatan dan kepulangan jamaah umroh berjalan dengan lancar. Ia berharap pemerintah mampu memberikan bantuan teknis dan administratif jika diperlukan.
Beberapa langkah yang diharapkan antara lain:
- Pemerintah dapat memberikan informasi terkini tentang situasi di luar negeri, terutama di kawasan Timur Tengah.
- Menyediakan layanan konsuler yang cepat dan efisien bagi jamaah yang membutuhkan bantuan.
- Memfasilitasi koordinasi dengan pihak maskapai penerbangan dan otoritas keimigrasian setempat.
Selain itu, ia juga berharap pemerintah dapat melakukan pendataan jamaah secara berkala agar dapat mengantisipasi kebutuhan jamaah dalam hal transportasi dan penginapan selama masa perjalanan.
Persiapan dan Harapan Ke Depan
Gus Fachrudin mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim biro travel telah melakukan persiapan matang untuk keberangkatan dan kepulangan jamaah. Dari segi logistik hingga administrasi, semua telah dipersiapkan sedemikian rupa agar jamaah dapat menjalani perjalanan umroh dengan nyaman dan aman.
Meski begitu, ia tetap memperhatikan situasi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah. Hal ini menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan terkait perjalanan jamaah.





