Penangkapan Bupati Pekalongan oleh KPK
Seorang pejabat tinggi di Jawa Tengah, yaitu Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan, dikabarkan terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Operasi tersebut dilakukan secara diam-diam dan mengamankan sejumlah pihak, termasuk sang bupati. Saat ini, para tersangka sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh lembaga antirasuah tersebut.
Pernyataan resmi dari Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Tengah. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa tim penyidik KPK telah mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, salah satunya adalah Bupati Fadia Arafiq. Tim kemudian membawa mereka ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan laporan terbaru, Fadia Arafiq dan pihak lain yang terjaring dalam OTT tersebut kini sedang dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK yang berlokasi di Jakarta Selatan. Meskipun begitu, hingga saat ini, KPK belum memberikan penjelasan lengkap mengenai detail operasi tersebut.
Beberapa hal masih menunggu konfirmasi, seperti identitas pihak-pihak yang turut terjaring dalam OTT bersama Bupati Pekalongan. Selain itu, konstruksi perkara mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang melatarbelakangi penangkapan ini juga belum diungkap ke publik. Sesuai dengan prosedur yang berlaku, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal. Rencananya, setelah tiba di Gedung KPK, tim penyidik akan langsung melakukan pemeriksaan intensif guna menentukan status hukum dari para terperiksa.
Profil Singkat Bupati Pekalongan
Fadia Arafiq lahir pada 23 Mei 1978, dengan nama asli Laila Fathiah. Ia lahir di Jakarta dan memiliki gelar S.E., M.M. Sebelum terjun ke dunia politik, Fadia Arafiq pernah mengikuti jejak ayahnya, A. Rafiq, sebagai pedangdut. Nama Fadia mulai dikenal setelah sukses membawakan single berjudul Cik Cik Bum Bum pada tahun 2000.
Selain itu, ia juga pernah menjadi sorotan publik karena komentar kasarnya di akun Instagram. Komentar tersebut terjadi ketika seorang netizen mengkritik kondisi jalan rusak dan anggaran rumah sakit yang tidak keluar. Fadia kemudian membalas dengan ucapan yang dianggap tidak sopan, sehingga membuat namanya viral.
Riwayat Karier dan Pendidikan
Fadia Arafiq pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011-2016. Setelah itu, ia menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan (2016-2021) serta Ketua KNPI Jawa Tengah (2016-2021). Ia kemudian mencalonkan diri sebagai Bupati Pekalongan dan menjabat periode 2021–2026, serta kembali terpilih untuk periode 2025–2030.
Dalam pendidikannya, Fadia Arafiq menempuh beberapa jenjang pendidikan. Berikut daftar pendidikannya:
* SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang, Jakarta Pusat
* SMP Negeri 8 Tanah Abang, Jakarta Pusat
* SMA Negeri 58 Ciracas, Jakarta Timur
* S1 Manajemen Universitas AKI Semarang
* S2 Manajemen Universitas Stikubank Semarang
* S3 UNTAG Semarang
Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 29 Maret 2024, harta kekayaan Fadia Arafiq mencapai total Rp. 86.703.030.547. Dari jumlah tersebut, harta terbanyak dimiliki oleh tanah dan bangunan sebesar Rp. 74.290.000.000. Berikut rincian harta kekayaan Fadia Arafiq:
II. DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN
* Tanah Seluas 2720 m² di KAB / KOTA PEKALONGAN, HASIL SENDIRI: Rp. 2.040.000.000
* Tanah dan Bangunan Seluas 90 m²/55 m² di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI: Rp. 1.500.000.000
* Tanah dan Bangunan Seluas 180 m²/162 m² di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI: Rp. 3.500.000.000
* Tanah dan Bangunan Seluas 2.25 m²/2.25 m² di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT, HASIL SENDIRI: Rp. 2.400.000.000
* Tanah dan Bangunan Seluas 2.84 m²/2.84 m² di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT, HASIL SENDIRI: Rp. 3.800.000.000
* Tanah dan Bangunan Seluas 800 m²/500 m² di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI: Rp. 5.000.000.000
* Tanah dan Bangunan Seluas 489 m²/200 m² di KAB / KOTA KOTA SEMARANG, HASIL SENDIRI: Rp. 7.000.000.000
* Tanah Seluas 200 m² di KAB / KOTA BADUNG, HASIL SENDIRI: Rp. 3.500.000.000
* Tanah dan Bangunan Seluas 100 m²/100 m² di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR, HASIL SENDIRI: Rp. 5.000.000.000
* Tanah Seluas 550 m² di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI: Rp. 10.000.000.000
* Tanah dan Bangunan Seluas 209 m²/209 m² di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI: Rp. 3.500.000.000
* Tanah dan Bangunan Seluas 1613 m²/800 m² di KAB / KOTA PEKALONGAN, HASIL SENDIRI: Rp. 3.500.000.000
* Tanah dan Bangunan Seluas 310 m²/300 m² di KAB / KOTA PEKALONGAN, HASIL SENDIRI: Rp. 5.000.000.000
* Tanah Seluas 1298 m² di KAB / KOTA PEKALONGAN, HASIL SENDIRI: Rp. 2.500.000.000
* Tanah Seluas 740 m² di KAB / KOTA PEKALONGAN, HASIL SENDIRI: Rp. 1.000.000.000
* Tanah Seluas 1900 m² di KAB / KOTA PEKALONGAN, HASIL SENDIRI: Rp. 1.900.000.000
* Tanah Seluas 1900 m² di KAB / KOTA PEKALONGAN, HASIL SENDIRI: Rp. 1.900.000.000
* Tanah Seluas 1420 m² di KAB / KOTA PEKALONGAN, HASIL SENDIRI: Rp. 3.550.000.000
* Tanah Seluas 599 m² di KAB / KOTA PEKALONGAN, HASIL SENDIRI: Rp. 2.500.000.000
* Tanah Seluas 7330 m² di KAB / KOTA PEKALONGAN, HASIL SENDIRI: Rp. 2.500.000.000
* Bangunan Seluas 0 m² di KAB / KOTA PEKALONGAN, HASIL SENDIRI: Rp. 500.000.000
* Bangunan Seluas 0 m² di KAB / KOTA PEKALONGAN, HASIL SENDIRI: Rp. 350.000.000
* Tanah Seluas 121 m² di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI: Rp. 325.000.000
* Tanah Seluas 76 m² di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI: Rp. 700.000.000
* Tanah dan Bangunan Seluas 76 m²/120 m² di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI: Rp. 700.000.000
* Tanah Seluas 10 m² di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI: Rp. 125.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN
* MOBIL, HYUNDAI MINIBUS Tahun 2013, HASIL SENDIRI: Rp. 200.000.000
* MOBIL, ALPHARD ALPHARD X A/T 2.4 Tahun 2018, HASIL SENDIRI: Rp. 980.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA
* Rp. 3.020.000.000
D. SURAT BERHARGA
* Rp. —-
E. KAS DAN SETARA KAS
* Rp. 10.897.466.986
F. HARTA LAINNYA
* Rp. —-
Sub Total
* Rp. 89.387.466.986
III. HUTANG
- Rp. 2.684.436.439
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III)
- Rp. 86.703.030.547
Kehidupan Pribadi
Fadia Arafiq menikah dengan Ashraff Abu dan memiliki enam orang anak. Ia juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat dan partai politik.





