Situasi di Kawasan Timur Tengah yang Memburuk
Kondisi di kawasan Timur Tengah semakin memburuk akibat perang terbuka antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS). Di tengah eskalasi konflik berdarah ini, jagat media sosial dihebohkan dengan rumor mengenai tewasnya Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Ia dikabarkan tewas akibat serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran.
Rumor ini muncul dalam unggahan pengguna media sosial X, @imggim, pada Senin (2/3/2026). Unggahan tersebut menuai banyak reaksi di jagat X. Pengguna tersebut mencatut pemberitaan Al Jazeera, yang dikabarkan menuliskan kematian Netanyahu, namun tidak lama langsung diturunkan. Akibatnya, pemberitaan ini disebut menimbulkan spekulasi liar di kalangan masyarakat.
“Al Jazeera menayangkan berita bahwa Netanyahu telah meninggal, tetapi dengan cepat menghapus berita tersebut. Spekulasi tentang kematiannya semakin berkembang,” tulis pengguna akun @imggim di X seperti dikutip IDN Times, Selasa (3/3/2026).
Lantas benarkah Netanyahu tewas dalam perang Iran-Israel yang berlangsung sejak Sabtu (28/2/2026)? Berikut penjelasannya.
Pernyataan Terbuka Netanyahu Soal Serangan Tel Aviv ke Teheran
Berdasarkan hasil penelusuran IDN Times, tidak ada satu pun sumber resmi—baik dari otoritas Israel, pemerintah Iran, maupun lembaga pemberitaan internasional yang membenarkan kabar kematian tokoh utama dalam serangan Israel ke Iran sejak Sabtu (28/2/2026).
Sebaliknya, mengutip Al Jazeera, Netanyahu justru memberikan pernyataan secara terbuka bahwa serangan terhadap Teheran akan meningkat dalam beberapa hari mendatang, dengan dukungan AS. Serangan terhadap Teheran merupakan impian panjang sejak 40 tahun lalu.
Netanyahu mengatakan, Iran tidak boleh diizinkan memperoleh senjata nuklir dan mendesak warga Israel untuk “bersatu” setelah Israel dan AS melancarkan serangan.
“Rezim teroris yang kejam ini tidak boleh diizinkan untuk mempersenjatai diri dengan senjata nuklir yang akan memungkinkannya mengancam seluruh umat manusia,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video.
“Bersama-sama kita akan berdiri, bersama-sama kita akan berjuang, dan bersama-sama kita akan memastikan keabadian Israel,” sambungnya lagi.
Ayatullah Ali Khamenei dan Pejabat Senior Iran Tewas
Dilansir BBC, Ayatullah Ali Khamenei yang memimpin Iran sejak 1989, tewas dalam gelombang pertama serangan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/3/2026). Kabar tewasnya Khamenei ini diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Minggu (1/3/2026) dini hari.
Selain Khamenei, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga mengonfirmasi, puluhan tokoh politik senior Iran dan pemimpin dalam Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang berpengaruh turut tewas dalam serangan gelombang pertama ini.
Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani, Menteri Pertahanan Brigjen Aziz Nasirzadeh, dan komandan IRGC Jenderal Mohammad Pakpour juga tewas. IRGC kemudian menunjuk panglima tertinggi baru, Ahmad Vahidi.
Hingga Senin (2/3/2026), Bulan Sabit Merah Iran mencatat, setidaknya terdapat 555 orang di 130 lokasi tewas akibat agresi militer Tel Aviv dan Washington. Selain itu, lebih dari 150 orang, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan, yang tak jauh dari pangkalan IRGC.

AS-Israel Rusak Perdamaian Dunia karena Serang Iran
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut, AS dan Israel telah merusak perdamaian dunia. Hal ini karena kedua negara tersebut kompak menyerang Iran hingga memicu konflik di Timur Tengah.
“Saya sangat menyesalkan serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel serta keterlibatan pengecut negara-negara yang menyetujui hal ini atau tetap diam,” kata Pelapor Khusus PBB, Balakrishnan Rajagopal, pada Sabtu (28/2/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.
“Begitu banyak orang yang tidak bersalah akan mati dan rumah-rumah orang akan hancur karena hal ini. Saat ini, AS dan Israel sedang menghancurkan perdamaian dan ketertiban dunia,” lanjutnya.

Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran informasi, kabar di media sosial bahwa Netanyahu tewas adalah hoaks alias tidak benar. Netanyahu memberikan pernyataan secara terbuka, serangan terhadap Teheran dipastikan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.





