Fakta Terungkap: Presiden Tidak Mediasi Perang Iran-AS dan Israel

2d171960 Fd9f 11ee A1bf 5ffd63527e26.png 19
2d171960 Fd9f 11ee A1bf 5ffd63527e26.png 19

Sikap Pemerintah Indonesia atas Ketegangan di Timur Tengah

Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), menyampaikan sikap terkait konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah antara Iran dan koalisi Amerika Serikat serta Israel. Peristiwa ini terjadi setelah terjadinya kebuntuan dalam perundingan nuklir antara AS dan Iran yang berlangsung di Jenewa, Swiss.

Kebuntuan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya ketegangan hingga berujung pada aksi saling serang antara Israel dan Iran pada Sabtu (28/2/2026). Meski belum ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto mengenai situasi ini, pihak Kemlu RI menyatakan bahwa pemerintah siap memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak untuk menciptakan kembali kondisi keamanan yang lebih kondusif.

Kesediaan Indonesia untuk Memediasi

Menurut pernyataan Kemlu RI, Presiden Republik Indonesia bersedia bertolak ke Teheran apabila kedua pihak menyetujui upaya mediasi tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif yang selama ini diterapkan.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan, apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” tulis Kemlu RI melalui akun resmi X @Kemlu_RI, Sabtu (28/2/2026).

Penyesalan atas Gagalnya Perundingan Nuklir

Indonesia menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan antara AS dan Iran di Jenewa karena dinilai berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi.

Kemlu RI juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara serta penyelesaian konflik melalui cara damai demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Imbauan kepada Warga Negara Indonesia

Terkait kondisi keamanan, pemerintah mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak konflik agar tetap tenang dan waspada.

“WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat,” demikian pernyataan Kemlu.

Peran Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Dunia

Peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia. Dalam konteks ini, Indonesia berkomitmen untuk menjadi pihak yang dapat dipercaya dalam upaya menjaga perdamaian global.

Beberapa poin utama dari pernyataan Kemlu RI adalah:

  • Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
  • Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.
  • Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.
  • Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi.
  • Peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.
  • WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.


Pos terkait