Peran Sentral Federico Barba dalam Laga Persib vs Persebaya
Federico Barba menjadi sosok yang paling menonjol dalam pertandingan antara Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Ia tidak hanya menjadi penghalang utama bagi serangan lawan, tetapi juga terlibat langsung dalam beberapa momen penting, termasuk insiden yang berujung pada penalti setelah tinjauan VAR dan duel udara keras yang membuatnya sempat mendapat perawatan.
Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2 menghentikan tren kemenangan beruntun Persib, namun tim asuhan Bojan Hodak tetap memimpin klasemen sementara dengan 54 poin dari 23 pertandingan.
Awal Pertandingan yang Penuh Tekanan
Sejak menit awal, tekanan dari Persebaya langsung mengarah ke jantung pertahanan Persib. Barba, sebagai kapten, memimpin barisan belakang untuk menghadapi agresivitas Bajul Ijo sejak peluit pertama ditiup. Dalam situasi yang penuh intensitas, koordinasi lini belakang yang dikomandoi oleh Barba membantu menjaga situasi tetap terkendali.
Di menit awal, Riyan Ardiansyah melepaskan sepakan cepat, tetapi respons yang cepat dari Barba dan rekan-rekannya berhasil mencegah peluang lanjutan. Refleks Teja Paku Alam juga menjadi penyelamat, meskipun disiplin pertahanan Persib memberikan rasa aman kepada kiper mereka.
Insiden VAR yang Membuat Barba Terlibat Langsung
Puncak sorotan datang pada menit ke-40. Dalam upaya menghentikan laju Bruno Moreira di area terlarang, Barba dinilai melakukan pelanggaran. Wasit Eko Saputro pun meninjau tayangan ulang melalui VAR sebelum akhirnya menunjuk titik putih. Keputusan itu langsung memantik respons keras dari kubu Persib, tetapi penalti tetap diberikan, dan Bruno sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-43, mengubah skor menjadi 1-0 untuk Persebaya.
Tensi Tinggi di Babak Kedua
Menjelang turun minum, drama kembali terjadi. Gol Persib yang dicetak Kakang Rudianto harus dianulir setelah wasit kembali memeriksa VAR dan menilai bola sebelumnya menyentuh Ramon Tanque. Situasi itu membuat babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 bagi tuan rumah.
Memasuki babak kedua, tensi tidak mereda. Di menit ke-56, Barba mencoba memberikan kontribusi dari situasi bola mati melalui tendangan bebas mendatar. Upayanya memaksa Ernando Ari bekerja keras untuk menepis bola.

Duel Udara yang Menguras Tenaga
Tak lama berselang, benturan keras terjadi dalam duel udara pada menit ke-62. Barba dan Catur sama-sama terjatuh setelah adu fisik saat menyambut umpan silang. Barba sempat mendapat perawatan namun mampu melanjutkan pertandingan, sementara Catur harus digantikan Koko Ari.
Perannya sebagai kapten terlihat ketika laga memasuki fase paling emosional. Ia tetap menjaga koordinasi lini belakang di tengah adu mulut dan protes yang beberapa kali terjadi di lapangan.
Intervensi VAR yang Menjadi Fokus
Pertandingan sendiri dipenuhi intervensi VAR dalam sejumlah momen penting. Selain penalti yang melibatkan Barba, insiden antara Adam Alis dan Bruno di babak kedua juga membuat wasit kembali memeriksa tayangan ulang sebelum akhirnya hanya mengeluarkan kartu kuning untuk Adam.

Respons Cepat Persib di Babak Kedua
Di sisi lain, Persib menunjukkan reaksi cepat setelah jeda. Tiga pergantian dilakukan dengan masuknya Andrew Jung, Beckham Putra Nugraha, dan Adam Alis menggantikan Ramon Tanque, Saddil Ramdani, serta Frans Putros.
Hasilnya terlihat lima menit babak kedua berjalan. Adam Alis menyodorkan bola kepada Luciano Guaycochea yang melepaskan tembakan ke sudut gawang dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol Penyama Kedudukan dan Kesempatan Berikutnya
Tekanan berlanjut hingga menit ke-73 ketika Beckham menusuk ke pertahanan lawan. Bola liar kemudian dimanfaatkan Jung untuk membawa Persib berbalik unggul 1-2 setelah gol tersebut disahkan usai pengecekan VAR.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Pada menit ke-84, umpan dari sisi lapangan diteruskan kepada Rivera yang sukses menaklukkan Teja dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Akhir Pertandingan yang Dramatis
Di sisa waktu, Persib melakukan pergantian dengan memasukkan Thom Haye dan Sergio Castel. Castel bahkan nyaris menjadi penentu melalui sepakan keras dari luar kotak penalti, tetapi bola hanya membentur tiang.
Tambahan waktu 11 menit membuat ketegangan semakin terasa. Kedua tim saling menekan, sementara keputusan wasit terus menjadi perhatian bangku cadangan.
Klasemen Sementara dan Komentar Pelatih
Dengan hasil imbang ini, rangkaian enam kemenangan beruntun tanpa kebobolan milik Persib terhenti. Meski begitu, Maung Bandung tetap memimpin klasemen dengan 54 poin dari 23 pertandingan, unggul atas Persija yang mengoleksi 50 poin dan Borneo FC dengan 49 poin. Persebaya sendiri berada di posisi kelima dengan 39 poin.
Usai pertandingan, Bojan Hodak menghadiri konferensi pers didampingi Frans Putros dan pelatih fisik Yaya Sunarya sebagai penerjemah. Ia mengatakan bahwa ia tidak bisa membicarakan wasit karena alasan tertentu. “Saya selalu menghormati media, saya menghargai pekerjaan Anda, tetapi saya tidak bisa berbicara tentang wasit hari ini,” ujarnya.
Laga pun ditutup dengan skor 2-2, menyisakan cerita panjang tentang keputusan VAR, tensi tinggi, dan peran Federico Barba yang berada tepat di pusat badai pertandingan.





