Federico Barba Santai Bermain Saat Ramadan: Pengalaman di Eropa Jadi Kebiasaan

Pengalaman Bermain di Bulan Ramadan

Federico Barba, kapten Persib Bandung, mengatakan bahwa bermain di bulan Ramadan bukanlah hal yang asing baginya. Ia justru melihatnya sebagai bagian dari dinamika sepak bola profesional yang sudah akrab dengan penyesuaian jadwal. Menurutnya, perbedaan waktu pertandingan tidak memberi dampak berarti bagi dirinya maupun tim.

“Karena biasanya dengan jadwal televisi di Eropa, anda bisa bermain kapan saja. Bisa bermain pagi hari, pukul 12 siang, 14.30, atau malam hari. Jadi bagi kami itu sama saja,” ujar Barba.

Penyesuaian Jadwal Latihan

Persib melakukan penyesuaian terhadap waktu latihan agar sejalan dengan jadwal pertandingan resmi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi fisik dan ritme permainan tetap stabil.

“Sekarang kami juga berlatih di waktu yang sama dengan jadwal pertandingan. Jadi bagi kami tidak ada yang berubah, hanya itu saja,” ucapnya.

Menghadapi Persebaya Surabaya

Barba memastikan tidak ada perbedaan signifikan dalam persiapan tim menjelang laga tandang. Fokus utama tetap tertuju pada performa di lapangan.

Di sisi lain, Persib akan menjalani pertandingan besar menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3/2026). Barba mengakui setiap laga dengan atmosfer besar selalu menghadirkan antusiasme tersendiri baginya.

“Jadi tentu selalu menyenangkan bisa bermain di pertandingan besar seperti ini. Namun di saat yang sama, kami tahu ini akan menjadi laga yang sangat berat,” ujar Barba, menjelang laga, di Surabaya, Minggu (1/3/2026).

Bek asal Italia itu menyadari lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Dalam kompetisi Super League Indonesia 2025/2026, Persebaya dinilainya sebagai salah satu kekuatan utama dengan komposisi pemain berkualitas di berbagai lini.

Ia menilai soliditas pertahanan Persebaya menjadi fondasi utama permainan mereka. Selain itu, lini serang Bajul Ijo disebutnya memiliki pemain dengan kemampuan individu tinggi yang dapat menentukan hasil pertandingan dalam sekejap.

“Jadi kami memperkirakan pertandingan akan sangat sulit, tetapi kami sudah siap, kami menghormati mereka, dan kami datang dengan penuh percaya diri. Kami datang untuk berjuang meraih tiga poin dan memenangkan pertandingan ini,” ujar pemain asal Italia ini.

Persiapan Menghadapi Serangan Balik Cepat

Barba juga mengingat pertemuan sebelumnya, di mana Persebaya menunjukkan kualitas serangan yang efektif. Ia memprediksi skema serangan balik cepat akan kembali menjadi ancaman nyata.

“Maka kami sudah mempersiapkan diri, untuk menghadapi situasi tersebut. Kami siap, tentu saja pertandingan ini akan sulit karena mereka punya kualitas dan juga kecepatan. Itu tidak pernah mudah,” tuturnya.

Pengalaman menghadapi tim dengan karakter serupa disebutnya sudah pernah dirasakan Persib pada laga terakhir. Lawan asal Thailand yang mereka hadapi kala itu dinilai memiliki pendekatan permainan yang tidak jauh berbeda.

“Tim dari Thailand yang kami hadapi sebelumnya juga memiliki karakter yang mirip, kualitasnya tidak terlalu jauh berbeda. Sekarang semua pemain sudah siap, dan kami hanya ingin fokus ke pertandingan dengan sebaik mungkin,” kata dia.

Pos terkait