Ferry Irwandi Rilis Buku Pertama Berjudul Prinsipil Ekonomi

Aa1xlrmv 2
Aa1xlrmv 2

Buku Pertama Ferry Irwandi: “Prinsipil Ekonomi” Sebagai Jembatan Pemahaman Ekonomi

Ferry Irwandi, pegiat media sosial sekaligus Co-founder Malaka, meluncurkan buku pertamanya yang berjudul “Prinsipil Ekonomi”. Peluncuran buku ini dilakukan dalam rangkaian acara Malaka Books Grand Launch. Buku ini menjadi salah satu karya yang diharapkan mampu membuka wawasan publik tentang ilmu ekonomi.

Bagi banyak orang, ilmu ekonomi sering kali terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Banyak yang menganggapnya sebagai ilmu yang hanya bisa dipahami oleh para ekonom, akademisi, atau pejabat negara. Namun, menurut Ferry, setiap keputusan yang kita ambil dalam hidup melibatkan prinsip-prinsip ekonomi.

“Ekonomi bukan hanya tentang tarif impor dan IHSG, tapi juga tentang cara memilih pakaian, strategi mengatur waktu, perencanaan karier, hingga keputusan pertemanan. Singkatnya, ekonomi adalah ilmu tentang pilihan,” ujarnya dalam pernyataannya.

1. Buku sebagai Jembatan untuk Belajar Ekonomi



Buku “Prinsipil Ekonomi” ditulis Ferry sebagai jembatan bagi siapa saja yang ingin mempelajari ekonomi secara masuk akal, relevan, dan aplikatif—tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan khusus. Ia menekankan pentingnya literasi dasar ekonomi, terlebih dengan semakin berkembangnya instrumen finansial yang sering kali digunakan untuk melakukan penipuan.

Dalam enam tahun terakhir, kerugian akibat penipuan investasi ilegal mencapai angka yang sangat besar, yaitu Rp139,65 triliun. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman dasar tentang ekonomi bagi masyarakat umum.

Antusiasme publik terhadap buku ini membuktikan bahwa masyarakat memiliki keinginan belajar yang tinggi. Dalam waktu kurang dari dua bulan, mulai dari masa pre-order (16/12/2025) hingga peluncuran (15/2/2026), buku ini telah terjual sebanyak 20.000 eksemplar. Hal ini membuat buku tersebut meraih status national best seller.

2. Tingkat Gemar Membaca Nasional Mengalami Peningkatan



Pendiri Malaka Books, Abigail Limuria, menyampaikan optimisme terhadap masa depan literasi Indonesia. Berdasarkan data yang ada, indeks tingkat gemar membaca nasional meningkat secara konsisten sebesar 4,17 persen dari tahun 2020 hingga 2024.

Menurut Abigail, ada semangat baru di kalangan anak muda untuk kembali memperhatikan bacaan. Ia menyebutnya sebagai fight back, yaitu keinginan untuk kembali membaca buku. Ini menjadi tanda harapan yang kuat akan perkembangan literasi di Indonesia.

3. Penurunan Kemampuan Fokus Global



Meskipun kemampuan seseorang untuk mempertahankan fokus sedang menurun secara global (attention span), antusiasme yang ditunjukkan oleh banyak anak muda saat hadir dalam peluncuran Malaka Books menunjukkan adanya keinginan kuat untuk melawan tren tersebut. Kehadiran mereka menjadi indikasi bahwa anak muda mulai sadar akan pentingnya meningkatkan kemampuan fokus melalui membaca buku berkualitas.

Cania Citta, co-founder Malaka Books, menjelaskan bahwa membaca buku dapat menjadi cara untuk melatih kemampuan berpikir analitis. Menurutnya, kemampuan berpikir mendalam adalah syarat minimal untuk memiliki mastery atau keahlian di suatu bidang.

Buku “Prinsipil Ekonomi” tidak hanya menjadi referensi untuk memahami ekonomi, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata. Dengan konsep yang mudah dipahami dan disampaikan dengan bahasa yang sederhana, buku ini layak menjadi pilihan untuk siapa pun yang ingin memperluas wawasan tentang dunia ekonomi.

Pos terkait