Festival Sahur 2026 Masuk KEN, Gubernur Ria Norsan Ajak Jaga Budaya dan Harmoni

Img 20250309 Wa0147 1
Img 20250309 Wa0147 1

Festival Sahur-Sahur 2026: Kebanggaan Budaya dan Harmoni Masyarakat Kalimantan Barat

Festival Sahur-Sahur 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat Kalimantan Barat, khususnya warga pesisir yang menjadikannya sebagai tradisi tahunan yang penuh makna. Acara ini dihelat hingga 7 Maret 2026 dan telah tercatat dalam kalender event tahunan Provinsi Kalbar. Selain itu, festival ini juga resmi ditetapkan sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Festival Sahur-Sahur tidak hanya menjadi acara budaya lokal, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat daya tarik wisata nasional.

Pembukaan festival berlangsung meriah di halaman Kantor Disdikporapar, Kabupaten Mempawah, pada Sabtu 28 Februari 2026 malam. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, hadir langsung untuk membuka acara tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah serta seluruh tokoh adat, agama, dan budaya yang terus menjaga tradisi unik ini.

“Festival ini membuktikan bahwa budaya kita tetap hidup dan berkembang. Ini adalah warisan yang harus kita jaga bersama agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya dalam sambutannya.

Festival Sahur-Sahur merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Mempawah. Dalam acara ini, para peserta menampilkan atraksi bunyi-bunyian khas Sahur-Sahur yang bertujuan untuk membangunkan warga agar makan sahur selama bulan Ramadan. Tahun ini, sebanyak 100 tim peserta turut ambil bagian dalam pembukaan festival, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat.

Menurut Ria Norsan, pelaksanaan festival tahun ini memiliki nilai simbolis karena bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan bulan suci Ramadan. Momentum ini menjadi gambaran nyata harmoni masyarakat Kalbar yang majemuk.

“Perayaan ini menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Ketika Imlek dan Ramadan berjalan beriringan, kita melihat indahnya persatuan di Kalbar,” tambahnya.

Tradisi Sahur-Sahur tidak hanya menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan, tetapi juga menjadi magnet wisata yang semakin dikenal luas. Dengan adanya festival ini, masyarakat Kalimantan Barat dapat menunjukkan kekayaan budaya mereka kepada dunia luar.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong. Ia menekankan bahwa Kalbar adalah milik kita bersama, dan dengan budaya dan kebersamaan, daerah ini bisa dibawa menjadi lebih maju dan bermartabat.

Aktivitas dan Peserta dalam Festival Sahur-Sahur 2026

  • Kehadiran 100 Tim Peserta

    Sebanyak 100 tim peserta ikut serta dalam pembukaan festival. Mereka menampilkan atraksi yang penuh kreativitas, terutama dalam bentuk bunyi-bunyian khas Sahur-Sahur. Atraksi ini dilakukan untuk membangunkan warga agar melakukan sahur selama bulan Ramadan.

  • Pertunjukan Budaya yang Menarik Perhatian

    Para peserta menampilkan berbagai bentuk pertunjukan yang mencerminkan kekayaan budaya Mempawah. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi cara untuk melestarikan tradisi yang sudah ada sejak lama.

  • Keterlibatan Tokoh Adat dan Budaya

    Seluruh tokoh adat, agama, dan budaya terlibat dalam penyelenggaraan festival. Mereka berperan penting dalam menjaga kelestarian tradisi dan memastikan bahwa festival ini tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Pentingnya Festival Sahur-Sahur bagi Masyarakat

  • Meningkatkan Kesadaran Budaya

    Festival Sahur-Sahur menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga budaya lokal. Melalui acara ini, generasi muda diajarkan untuk menghargai dan melestarikan warisan leluhur.

  • Mendorong Pengembangan Wisata

    Festival ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat budaya Kalimantan Barat. Dengan demikian, ekonomi lokal bisa tumbuh melalui sektor pariwisata.

  • Memperkuat Persatuan dan Kebersamaan

    Festival Sahur-Sahur tidak hanya tentang budaya, tetapi juga tentang kebersamaan. Dengan adanya acara ini, masyarakat bisa bersatu dalam merayakan momen tertentu, seperti Ramadan dan Imlek.


Pos terkait