Kerja Sama Akademik antara FIB UGM dan Universitas Nasional Timor Leste
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kolaborasi dengan pemerintah Timor Leste. Pada hari Kamis (12/2/2026), tim dosen FIB UGM melakukan kunjungan untuk memperluas kerja sama internasional di kawasan Asia Tenggara. Dalam kunjungan tersebut, mereka membahas rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL).
Rencana kerja sama ini mencakup beberapa aspek penting seperti:
- Kolaborasi kurikulum akademik, terutama pada program studi Sejarah
- Kolaborasi riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
- Kerjasama publikasi dan penelitian
- Aktualisasi seni dan budaya melalui penelitian Pusat Seni dan Budaya yang melibatkan mahasiswa dari berbagai daerah
Ketua Program Studi Ilmu Sejarah, FIB UGM, Dr. Mutiah Amini menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara kedua institusi.
Menurutnya, sebagai institusi pendidikan tinggi negeri di Timor Leste, UNTL dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia di negara tersebut. Oleh karena itu, kolaborasi dengan UGM ini diharapkan dapat memperkuat kualitas kelembagaan di Timor Leste.
“Kita dapat bekerja sama dalam kolaborasi riset, kolaborasi komunikasi, maupun kolaborasi pengajaran,” ujar Mutiah dalam keterangan resmi.
Peran Kagama Timor Leste dalam Kolaborasi
Selain itu, keberadaan Kagama Timor Leste menjadi potensi penghubung strategis dalam memperluas dan memperkuat jejaring kolaborasi. Saat ini, alumni UGM di Timor Leste telah berkiprah pada posisi-posisi penting di sektor pemerintahan, perguruan tinggi, maupun industri.
Kerja sama yang dibangun diharapkan mampu berkontribusi pada pengembangan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
“Kagama di Timor Leste dapat menjadi penghubung antara perguruan tinggi dengan masyarakat. Jadi, hal tersebut dapat secara spesifik dikolaborasikan,” jelasnya.
Keberlanjutan Program Kolaborasi
Lebih lanjut, Mutiah Amini menekankan pentingnya keberlanjutan program serta komitmen bersama dalam merealisasikan kerja sama yang telah direncanakan. Sehingga, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi juga menjadi wujud komitmen bersama untuk mendorong perdamaian dan kesejahteraan kedua bangsa secara berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah bagaimana keberlanjutan dari satu program yang sudah direncanakan di awal itu kemudian dikawal supaya bisa direalisasikan bersama,” ujarnya.
Melalui kunjungan tersebut, Mutiah meyakini kerja sama ini bisa membangun kolaborasi akademik yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat hubungan historis dan kultural antara Indonesia dan Timor Leste dalam semangat persaudaraan antar bangsa.





