FISIP Undip Jadi Magnet Mahasiswa 11 Negara dengan Program DEEP

Gedung Fisip Scaled 2 1280x720 2
Gedung Fisip Scaled 2 1280x720 2

FISIP Undip Menjadi Pusat Global untuk Mahasiswa Internasional

Auditorium Fimena FISIP Universitas Diponegoro (Undip) tampak begitu berbeda ketika puluhan mahasiswa dari berbagai negara hadir dalam acara International Students Gathering 2026: The Orange Harbor: Anchoring Global Cultures At Diponegoro, Jumat (27/2/2026). Acara ini menjadi bukti bahwa FISIP Undip semakin mengukuhkan posisinya di panggung global.

Acara tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai belahan dunia. Mereka merupakan mahasiswa mancanegara yang saat ini menempuh studi di Undip melalui International Undergraduate Program (IUP) dan program pertukaran pelajar Diponegoro Exchange Experience Program (DEEP). Negara-negara peserta acara ini mencakup Pakistan, China, Madagaskar, Korea Selatan, Sierra Leone, Gambia, Zanzibar, Yaman, Rusia, Vietnam, dan Jerman.

Menghadapi Tantangan dengan Semangat Baru

Salah satu peserta acara adalah Le Hoang Vy, seorang mahasiswi asal Vietnam. Ia memilih Undip sebagai tempat belajarnya karena ingin menantang diri sendiri di luar negeri. Mahasiswi dari Ho Chi Minh University of Banking ini terkesan dengan keragaman budaya dan kemiripan kuliner di Semarang yang memudahkan proses adaptasinya.

“Indonesia adalah negara yang menarik dengan ragam budayanya. Saya enjoy di Semarang karena makanan seperti nasi goreng dan ayam sayur mirip dengan di Vietnam,” ujar Le Hoang Vy, yang akrab disapa Kristal.

Visi FISIP Undip yang Menjelma ke Dunia Global

Dekan FISIP Undip, Dr. Teguh Yuwono, menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa asing ini merupakan capaian istimewa. Menurutnya, FISIP Undip kini tidak lagi hanya berfokus pada level lokal atau regional, tetapi sudah bermain di ranah global sebagai tujuan studi, bukan sekadar pengirim mahasiswa ke luar negeri.

“Tujuan akhirnya adalah menjadikan visi dan misi fakultas sebagai referensi dunia. Salah satu indikator fakultas berkelas dunia adalah jumlah mahasiswa asing yang belajar dan sistem pengajaran berstandar internasional,” tegas Teguh.

Tantangan Bahasa dan Adaptasi Global

Meski telah memiliki lebih dari 50 mahasiswa internasional yang belajar secara luring, Teguh mengakui adanya tantangan bahasa. Untuk mengatasinya, FISIP mengandalkan kelas internasional (IUP) dan jajaran dosen yang 30 persen di antaranya merupakan lulusan luar negeri.

Fakultas juga menyediakan pendamping khusus bagi setiap mahasiswa asing untuk mendorong pertukaran budaya dan wawasan akademik. Pendamping ini bertugas membantu mahasiswa asing dalam beradaptasi dengan lingkungan baru serta memahami sistem pendidikan yang diterapkan di Undip.

Komitmen untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Ke depan, FISIP Undip berkomitmen memperkuat penguasaan bahasa dan wawasan internasional dosen guna mendukung ekosistem pendidikan berkelas dunia di lingkungan Universitas Diponegoro. Dengan demikian, FISIP Undip akan terus menjadi pusat pendidikan yang mampu menampung dan memberdayakan mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

Keberagaman Budaya dalam Satu Ruang

Acara International Students Gathering 2026 tidak hanya menjadi ajang perkenalan antara mahasiswa asing dan lokal, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat ikatan budaya. Melalui berbagai aktivitas dan diskusi, para peserta saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang kebudayaan masing-masing negara.

Kehadiran mahasiswa internasional di Undip juga membuka peluang besar bagi pertukaran ilmu dan wawasan global. Dengan semakin meningkatnya jumlah mahasiswa asing, FISIP Undip semakin memperkuat posisi sebagai pusat pendidikan yang berorientasi internasional.


Pos terkait