Freeport perpanjang kontrak tambang hingga 2061, tingkatkan kerja sama ekonomi RI-AS

Aa1dmlqc
Aa1dmlqc



Pemerintah Indonesia telah menyetujui perpanjangan kontrak operasional perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan, hingga tahun 2061. Sebelumnya, kontrak melalui PT Freeport Indonesia (PTFI) dijadwalkan berakhir pada 2041. Dengan perpanjangan ini, perusahaan tambang global tersebut akan terus beroperasi di Indonesia selama sekitar 94 tahun, dimulai dari tanggal 7 April 1976.

Perpanjangan izin tambang ini tercantum dalam dokumen Fact Sheet: Trump Administration Finalizes Trade Deal With Indonesia yang dirilis oleh Gedung Putih pada Jumat (20/2/2026). Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Freeport-McMoRan telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Indonesia untuk memperpanjang izin tambang sekaligus memperluas operasi di distrik mineral Grasberg, Papua. Kawasan ini dikenal sebagai tambang tembaga terbesar kedua di dunia.

Kesepakatan ini dinilai memberikan keuntungan signifikan bagi Amerika Serikat, khususnya dalam memperkuat rantai pasok mineral kritis yang menjadi prioritas strategis Washington. Dokumen tersebut menyebutkan bahwa kesepakatan ini diperkirakan menghasilkan pendapatan tahunan sebesar US$ 10 miliar. Nilai ini setara dengan sekitar Rp 168,82 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.882 per dollar AS.

Bagian dari Kerja Sama Critical Mineral

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa perpanjangan MoU ini merupakan bagian dari pengembangan sektor critical mineral dalam kerangka kerja sama ekonomi terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat. “Ada pengembangan critical mineral, dalam hal ini adalah perpanjangan daripada MoU dari 2041 sampai 2061,” ujar Airlangga.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani juga menyampaikan bahwa MoU tersebut telah ditandatangani dan akan segera ditindaklanjuti menjadi perjanjian definitif. Menurut Rosan, dalam 20 tahun ke depan Freeport akan meningkatkan investasinya di Indonesia. Tambahan investasi tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara, baik dari sisi pajak maupun kontribusi ekonomi lainnya.

“Ini tentunya akan memberikan dampak positif dari segi penerimaan pajak dan lainnya. Oleh sebab itu, ini akan segera ditindaklanjuti menjadi definitive agreement dalam waktu yang tidak lama,” jelas Rosan.

Perkuat Aliansi Ekonomi Indonesia–AS

Kesepakatan perpanjangan kontrak Freeport ini juga menjadi bagian dari paket kerja sama ekonomi Indonesia–AS yang lebih luas dalam kerangka New Golden Age US–Indonesia Alliance. Kerja sama tersebut mencakup penguatan investasi, perdagangan, serta pengembangan sektor mineral kritis yang dinilai strategis di tengah meningkatnya persaingan global dalam penguasaan sumber daya alam dan rantai pasok industri berteknologi tinggi.

Beberapa poin utama dari kerja sama ini antara lain:

  • Peningkatan investasi dari perusahaan tambang asing seperti Freeport-McMoRan.
  • Pengembangan sektor critical mineral sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi nasional.
  • Penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam bidang ekonomi dan bisnis.

Dengan adanya perpanjangan kontrak Freeport-McMoRan, diharapkan dapat membuka peluang baru dalam kerja sama ekonomi antara dua negara. Selain itu, peningkatan investasi dan pengembangan sektor tambang juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia, terutama di wilayah Papua dan sekitarnya.

Pos terkait