Gagalkan Balap Liar, 5 Warga Dapat Apresiasi Polresta Malang

Polresta Bengkulu Tahan 60 Kendaraan Terlibat Balap Liar 142f0 Dom
Polresta Bengkulu Tahan 60 Kendaraan Terlibat Balap Liar 142f0 Dom

Aksi Warga Menggagalkan Balap Liar di Kota Malang Dapat Apresiasi

Polresta Malang Kota memberikan apresiasi kepada lima warga yang berhasil menggagalkan aksi balap liar di Kecamatan Lowokwaru. Kejadian tersebut terjadi pada 21 Februari 2026 dan sempat menimbulkan kericuhan sebelum polisi tiba dan mengamankan situasi.

Aksi balap liar yang terjadi di Jalan Borobudur, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, viral di media sosial setelah warga langsung menghentikan kegiatan tersebut di lokasi kejadian. Bahkan, ada satu sepeda motor milik salah satu pebalap yang dilempar ke sungai sebelum dirusak oleh warga.

Menurut Kapolresta Malang Kota, Kombes Putu Kholis, tindakan warga patut diapresiasi karena mencegah gangguan dan bahaya bagi pengguna jalan lainnya. Ia menyampaikan bahwa aksi warga ini layak mendapatkan penghargaan karena dua alasan utama:

  • Pertama, ada warga yang langsung menghubungi polisi melalui nomor 110.
  • Kedua, ada masyarakat setempat yang mengambil langkah cepat agar tidak mengganggu pengguna jalan yang lain.

Kombes Putu menjelaskan bahwa aksi balap liar ini masih dalam proses pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Menurutnya, kejadian balap liar di Jalan Borobudur Kota Malang tidak hanya terjadi pada saat itu saja, melainkan sering terjadi dan dianggap mengganggu serta meresahkan pengguna jalan.

“Kami sedang mendalami alur sindikasi balap liar yang biasanya beroperasi di Kota Malang. Beberapa waktu lalu, saat saya di Kabupaten Malang, kami pernah melakukan investigasi. Mungkin di sini tidak sama. Jadi kami perlu melakukan pendalaman,” ujarnya.

Lima Warga Mendapatkan Penghargaan

Total ada lima warga yang mendapatkan apresiasi dari Polresta Malang Kota berupa piagam penghargaan. Piagam tersebut langsung diberikan oleh Kombes Putu Kholis Aryana.

Andika Surya, salah satu warga yang mendapatkan apresiasi, mengungkapkan bahwa sebelum aksi balap liar terjadi, ada seseorang oknum yang diduga melakukan pemantauan lokasi. Setelah itu, orang tersebut bergegas pergi dari lokasi, sembari menggeber motornya di depan warga yang sedang ngopi di sebuah warung depan restoran cepat saji.

Karena terusik dengan suara sepeda motor itu, warga langsung menghadang oknum balap motor tersebut. Hingga akhirnya terjadi amuk warga, saat oknum balap motor tersebut putar balik dan kembali lagi ke jalan yang sebelumnya telah ia lalui.

“Saat pebalap liar tersebut putar balik, ia langsung dihadang oleh kerumunan warga dan para driver (ojek online) yang ada di sisi jalan,” kata Andika.

Kemudian sempat terjadi aksi pemukulan dan sepeda motor itu dibawa ke seberang jalan dan dihancurkan oleh massa. Tak lama berselang, mobil patroli polisi datang untuk mengamankan situasi di lokasi kejadian. Motor milik pebalap liar yang sudah dihancurkan tersebut kemudian dibuang ke sungai oleh massa.

“Setelah polisi datang, akhirnya situasi disterilkan oleh petugas,” ujarnya.

Tidak Ada Lagi Aksi Balap Liar

Pasca kejadian tersebut, hingga saat ini tidak ada lagi aksi balap liar di Jalan Borobudur Kota Malang. Jika kejadian terulang, warga sekitar berkomitmen untuk memberikan peringatan terlebih dahulu tanpa mengedepankan kekerasan.

“Hingga saat ini (sekitar enam hari setelah kejadian hari Minggu dini hari) lokasi masih netral dan belum ada aksi balap liar lagi,” tutup Andika.


Pos terkait