Gaji Nakes Jakarta Tak Naik Selama Sepuluh Tahun, Ini Pernyataan Pramono

Aa1xmpxp 1
Aa1xmpxp 1

Tenaga Kesehatan di Jakarta Belum Alami Kenaikan Gaji Selama 10 Tahun

Para tenaga kesehatan (nakes) di Jakarta dilaporkan belum pernah mengalami kenaikan gaji dalam 10 tahun terakhir. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jakarta, Justin Adrian Untayana, dalam rapat kerja Komisi E pada Senin (2/3/2026). Ia menyoroti bahwa beban kerja, risiko, dan peningkatan kebutuhan hidup menjadi alasan untuk segera menaikkan gaji para nakes.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa para nakes yang sudah berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) memiliki gaji yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang bekerja di rumah sakit swasta. Menurutnya, gaji aparatur sipil negara (ASN) juga akan mengalami kenaikan sesuai aturan yang berlaku.

“Gaji nakes yang ada di Jakarta, sebenarnya yang ada di PPPK ya, apakah itu juga kalau ASN kan pasti naik. Yang di PPPK kita, saya mendapatkan laporan sebenarnya sudah lebih tinggi daripada apa, hospital-hospital atau rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jakarta, kecuali di Pondok Indah,” ujarnya di kawasan Sarinah, Senin.

Ia meragukan adanya informasi yang menyebutkan bahwa gaji nakes tidak pernah mengalami kenaikan selama 10 tahun terakhir. Menurutnya, semua pihak pasti akan mengalami kenaikan gaji, meskipun ia akan mempelajari lebih lanjut hal tersebut.

Beban Kerja Nakes di Jakarta yang Berat

Justin mengungkit beban pekerjaan, resiko, dan bertambahnya kebutuhan hidup sebagai alasan untuk mendesak Pemprov Jakarta agar segera menaikan gaji para nakes. Ia mendapatkan laporan bahwa ada nakes di Jakarta yang gajinya tidak pernah naik dalam 10 tahun terakhir.

Mengutip Sustainable Development Goals (SDG) yang merekomendasikan rasio 4,45 nakes untuk setiap 1.000 penduduk, Justin menekankan bahwa rasio nakes di Jakarta lebih rendah yaitu 1,73 nakes. Artinya, nakes di Jakarta cenderung memiliki beban kerja yang jauh lebih berat.

“Bahkan, rasio tersebut belum memperhitungkan jumlah warga dari luar Jakarta yang menerima KIS (Kartu Indonesia Sehat). Kalau ditambah, maka semakin sedikit lagi jumlah nakes yang harus melayani sekitar 13 sampai 14 juta warga di Jakarta,” ujar Justin.

Masalah Inflasi dan Kenaikan Harga Barang Pokok

Meski begitu, Justin menilai, gaji nakes di Jakarta juga menghadapi inflasi yang mengakibatkan harga barang-barang kebutuhan pokok naik dari waktu ke waktu. Menurut dia, apabila menghitung inflasi selama 10 tahun terakhir, maka harga barang-barang kebutuhan pokok ini sudah naik sebanyak 36 persen.

“Sementara itu, gaji para nakes belum naik selama 10 tahun terakhir. Ini tidak bisa ditunda-tunda lagi. Rekan-rekan nakes tidak dapat menunggu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya,” kata dia.

Dorongan untuk Penyesuaian Gaji Nakes

Karena itu, Justin mendorong agar Pramono segera menyesuaikan gaji para nakes. Ia meyakini hal itu bukan perkara sulit bagi Pemprov Jakarta. Dengan peningkatan beban kerja dan tekanan ekonomi yang terus meningkat, penyesuaian gaji menjadi langkah penting untuk menjaga kesejahteraan dan motivasi tenaga kesehatan di Jakarta.



Indonesia kekurangan dokter – (ali imron)

Pos terkait