Pertumbuhan Ekspor Minyak Kelapa Sawit di Tengah Perubahan Permintaan Global
Pada tahun 2025, ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) Indonesia mencatat pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), volume ekspor CPO nasional meningkat sebesar 9,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 32,34 juta ton, dibandingkan dengan 29,53 juta ton pada tahun sebelumnya.
Peningkatan ini didorong oleh permintaan yang lebih kuat, khususnya karena harga minyak sawit yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan minyak nabati lainnya. Hal ini membuat produk Indonesia semakin diminati oleh pasar internasional.
Selain volume, nilai ekspor juga mengalami peningkatan. Pada 2025, nilai ekspor sawit naik sebesar 29,2% yoy dari US$ 27,7 miliar menjadi US$ 35,8 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa kinerja ekspor tidak hanya tumbuh dalam jumlah, tetapi juga dalam nilai.
Negara Tujuan Ekspor CPO
Dalam hal negara tujuan ekspor, China masih menjadi pasar utama bagi produk CPO Indonesia. Pada 2025, ekspor ke Negeri Tirai Bambu mencapai 5,99 juta ton, meningkat 12% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,35 juta ton.
Di posisi kedua, India menjadi pasar ekspor terbesar kedua, meskipun terjadi penurunan sebesar 17,8% yoy menjadi 3,97 juta ton, dari 4,83 juta ton pada tahun sebelumnya. Meskipun demikian, India masih menjadi pasar penting bagi ekspor CPO Indonesia.
Afrika menjadi pasar ketiga yang memberikan kontribusi besar, dengan ekspor mencapai 4,19 juta ton, meningkat 30,9% yoy dari 3,20 juta ton. Sementara itu, ekspor ke Uni Eropa (UE) mengalami penurunan sebesar 2,9% yoy menjadi 3,23 juta ton, turun dari 3,3 juta ton pada tahun sebelumnya.
Di posisi kelima, Pakistan berkontribusi sebesar 3,22 juta ton, meningkat 7,1% yoy dari 3,01 juta ton. Hal ini menunjukkan bahwa pasar-pasar baru mulai memberikan dampak positif terhadap ekspor CPO Indonesia.
Proyeksi Kinerja Ekspor Tahun 2026
Gapki memproyeksikan bahwa kinerja ekspor CPO pada tahun 2026 akan relatif sama dengan capaian tahun lalu. Meskipun ada fluktuasi di beberapa pasar, potensi pertumbuhan tetap terbuka, terutama jika harga minyak sawit tetap kompetitif dan permintaan global tetap stabil.
Proyeksi ini juga didasarkan pada perencanaan dan strategi yang dilakukan oleh pelaku usaha serta pemerintah untuk menjaga stabilitas produksi dan distribusi CPO. Dengan peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan pasar baru, Indonesia tetap berkomitmen untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia.
Kemajuan ekspor CPO tidak hanya berdampak pada perekonomian nasional, tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam mendukung sektor pertanian dan industri masyarakat. Dengan konsistensi dan inovasi, Indonesia siap menghadapi tantangan dan peluang di pasar global.





