Pengalaman Buruk Penonton Konser di GBK Jakarta
Seorang penonton konser di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta mengalami pengalaman tidak menyenangkan setelah menggunakan jasa ojek online (ojol). Insiden ini terjadi karena adanya perbedaan harga yang diberikan oleh pengemudi ojol, meskipun kesepakatan awal sudah dibuat. Kejadian ini viral di media sosial dan menarik perhatian banyak orang.
Alur Kejadian
Penonton tersebut bernama Pessyaa, yang mengaku sedang dalam kondisi lelah setelah berada di lokasi konser sejak siang hingga malam hari. Ia dan temannya juga mengalami kesulitan mendapatkan akses internet di sekitar lokasi, sehingga tidak bisa memesan ojol melalui aplikasi. Akibatnya, mereka memutuskan untuk menggunakan jasa ojek yang ada di dalam area GBK.
Para pengemudi ojol terlihat mengenakan jaket berwarna hijau dan menawarkan layanan secara langsung kepada penonton. Pessyaa dan rekannya sepakat dengan tarif Rp10.000 per orang untuk perjalanan singkat dari Stadion Madya ke Senayan Park. Pengemudi menyatakan bahwa tarif tidak akan jauh berbeda dengan harga aplikasi.
Namun, di tengah perjalanan, pengemudi yang membawa Pessyaa menyebut dirinya baru beroperasi di kawasan tersebut dan meminta agar tarif akhir ditanyakan kepada rekannya yang membawa teman Pessyaa. Meskipun Pessyaa terus mengingatkan tentang kesepakatan awal, situasi berubah ketika mereka sampai di tujuan.
Pengemudi tiba-tiba menunjukkan kode QRIS dengan nominal Rp200.000. Dia berdalih bahwa itu adalah harga biasa untuk mengantar penumpang dari pintu utama GBK ke Senayan Park. Pessyaa kaget dan menolak membayar dengan nominal tersebut. Terjadi perdebatan cukup panjang.
Peristiwa yang Memanas
Dalam situasi yang disebutnya memanas dan berpotensi ricuh, Pessyaa akhirnya menyerahkan Rp50.000 kepada pengemudi yang membawa rekannya. Namun, pengemudi yang membawa Pessyaa juga meminta bayaran tambahan dan meneriakinya seolah-olah belum membayar. Ia sempat menawarkan Rp10.000 hingga Rp20.000 sesuai kesepakatan awal, namun ditolak.
Pengemudi tetap meminta Rp50.000 hingga Rp100.000. Pessyaa kemudian memanggil petugas keamanan GBK untuk menengahi. Ia mengaku siap menyelesaikan persoalan di pos keamanan. Namun, menurutnya, pengemudi tetap bersikeras meminta bayaran lebih tinggi.
Akhirnya, demi meredakan situasi, Pessyaa memberikan Rp25.000 kepada pengemudi tersebut. Total uang yang dikeluarkan untuk dua ojek menjadi Rp75.000. Meski mengaku sudah mengikhlaskan uang tersebut, Pessyaa menyatakan kecewa dan sakit hati atas perlakuan yang diterimanya.
Respons dari Pihak GBK
Merespons kejadian ini, Kepala Divisi Humas, Hukum dan Administrasi GBK, Asep Triyadi mengatakan akan menelusuri kejadian terlebih dulu. Ia juga berjanji kejadian itu akan menjadi bahan evaluasi. “Kami akan telusuri dulu terkait ini yang tentunya akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depan seperti apa,” ujar Asep saat dihubungi Kompas.com.
Dia juga akan menghubungi operator ojol agar kejadian tidak terulang kembali. “Termasuk menghubungi operator ojol dimaksud, agar kondisi seperti ini tidak terulang kembali di kawasan GBK,” tambahnya.
Kesimpulan
Kejadian ini menunjukkan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam layanan transportasi. Penonton yang mengalami masalah ini berharap pihak terkait dapat menindaklanjuti kasus ini agar tidak terulang kembali. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada dan memastikan kesepakatan tarif sebelum menggunakan jasa ojol.





