Gareth Southgate Menolak Tawaran Melatih Manchester United
Gareth Southgate, mantan pelatih Timnas Inggris, menutup pintu untuk melatih Manchester United. Alasan utamanya adalah karena beban riwayat buruk sebagai pelatih dan kurangnya hasrat untuk kembali terlibat dalam dunia sepak bola.
Sebelumnya, Southgate sempat menjadi salah satu kandidat kuat untuk menggantikan posisi pelatih Manchester United setelah Ruben Amorim dipecat pada Januari 2025. Saat itu, ia berada dalam status tanpa klub setelah meninggalkan jabatan sebagai pelatih Timnas Inggris. Meski begitu, akhirnya Man United memilih Michael Carrick sebagai pelatih interim hingga musim 2026-2027.
Karena Carrick hanya berstatus sementara, klub masih mencari pelatih baru yang akan memimpin mereka mulai musim depan. Dengan situasi ini, nama Gareth Southgate kembali muncul sebagai kandidat kuat. Namun, Southgate secara terbuka menolak kemungkinan tersebut.
Alasan Penolakan Southgate
Alasan pertama Southgate menolak tawaran tersebut adalah karena ia tidak lagi memiliki hasrat untuk melatih di Liga Premier. Ia pernah melatih Middlesbrough di awal karier kepelatihannya dan merasa bahwa hal itu sudah cukup.
“Saya tidak punya hasrat untuk sekadar menjadi manajer di Liga Premier. Saya sudah melakukannya di usia 35 tahun,” ujarnya dalam wawancara dengan Daily Mail.
Selain itu, alasan kedua yang membuat Southgate enggan melatih Man United adalah karena terbebani oleh riwayat buruknya sebagai pelatih. Selama masa kepelatihannya, ia belum pernah meraih trofi bergengsi. Pencapaian terbaiknya adalah membawa Timnas Inggris menjadi runner-up Piala Eropa 2020 dan 2024.
Southgate menyadari bahwa jika dirinya ditunjuk sebagai pelatih baru, maka akan ada tekanan besar dari media dan penggemar. Ia juga mengakui bahwa beban tersebut bisa membuatnya menjadi rekrutan yang sulit bagi sebuah klub besar seperti Man United.
“Apakah saya pikir saya bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada beberapa orang yang pernah berada di klub-klub tersebut baru-baru ini? Saya rasa begitu,” katanya.
“Tetapi kita sudah membicarakan tentang beban yang menyertai status sebagai pelatih baru (riwayat melatih), jika Anda seorang pemilik klub. Ada realita di balik itu, saya bisa memahami kebisingan itu. Itulah bagian yang berpotensi membuat saya menjadi rekrutan yang rumit bagi sebuah klub,” tambahnya.
Kembali ke Dunia Sepak Bola?
Southgate mengaku bahwa saat ini ia belum memiliki niat untuk kembali terjun ke dunia kepelatihan. Setelah meninggalkan jabatan sebagai pelatih Timnas Inggris pada 2024, ia sedang menikmati waktu luang dan menjauhi dunia sepak bola.
“Sekarang, dua tahun setelah meninggalkan (Timnas) Inggris, saya tidak aktif mencari peran dalam kepelatihan,” jelasnya.
Ia juga menyatakan bahwa masih ada banyak hal lain yang ingin ia lakukan dalam hidupnya. “Karena masih ada 15-20 tahun lagi dalam hidup saya dan saya bersemangat tentang video yang berbeda, film yang berbeda, bagian lain dari hidup saya,” pungkasnya.





