Garuda Tunda Penerbangan ke Qatar Akibat Konflik Timur Tengah

Aa1kr3i6
Aa1kr3i6



Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mengambil kebijakan sementara untuk menangguhkan penerbangan dari dan menuju Doha, Qatar. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada penutupan wilayah udara Qatar bagi penerbangan sipil.

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada hari Sabtu (28/2), Garuda menyatakan bahwa penangguhan tersebut dilakukan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif guna memastikan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan.

Manajemen Garuda menjelaskan bahwa keputusan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan perjalanan yang aman dan andal bagi seluruh penumpang. Selain itu, maskapai juga terus berkoordinasi aktif dengan otoritas penerbangan serta pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan situasi dan menyiapkan langkah mitigasi yang diperlukan.

Beberapa isu terkait konflik di kawasan Timur Tengah telah memengaruhi pasar minyak dunia. Harga minyak melonjak sebesar 8% akibat ketegangan antara AS dan Iran. Prediksi harga minyak juga menunjukkan kemungkinan akan mencapai US$100 per barel. Di sisi lain, pemerintah meminta jamaah umrah untuk menunda keberangkatan ke Tanah Suci.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyampaikan bahwa sulit bagi Prabowo Subianto untuk menjadi mediator antara AS dan Iran, mengingat bahkan perjanjian dagang saja tidak setara.

Garuda Indonesia juga melakukan koordinasi intensif dengan maskapai mitra untuk memastikan penanganan penumpang yang terdampak berjalan optimal. Hal ini termasuk penerapan kebijakan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan memastikan bahwa operasional penerbangan internasional pada rute lainnya tetap berjalan normal. Seluruh jalur penerbangan tersebut dipastikan tidak melintasi wilayah udara yang terdampak konflik.

Garuda menyatakan akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap dinamika situasi di kawasan tersebut dan berkoordinasi dengan otoritas nasional maupun internasional guna menjaga standar keselamatan dan keamanan penerbangan.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa setidaknya 11 maskapai penerbangan asing membatalkan serta tidak mengoperasikan penerbangan dari dan menuju semua kota di Timur Tengah sejak eskalasi konflik Iran-Israel. Sementara dua maskapai nasional, yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air, saat ini belum terdampak konflik.

Dua maskapai dalam negeri yang melewati ruang udara Timur Tengah, yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air, saat ini belum terdampak konflik. Menurut Dudy, penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah belum terdampak, sedangkan penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam di reroute melalui Kairo (Mesir).

Dudy mengimbau maskapai penerbangan rute internasional dengan tujuan atau yang melewati kawasan Timur Tengah agar meningkatkan kewaspadaannya. Hal ini menyusul semakin memanasnya konflik antara Iran dengan Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS). Beberapa operator penerbangan dilaporkan turut terdampak konflik di kawasan Timur Tengah tersebut.

“Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak. Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi,” tutur Menhub Dudy di Jakarta, Minggu (1/3).

Menhub menyatakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Kementerian Perhubungan selalu berkoordinasi dengan Airnav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara, dan otoritas asing untuk memastikan operasional penerbangan tetap aman dan lancar.

Pos terkait