Gaya Busana Istri Gubernur Kaltim Viral, Tim Rudy Mas’ud: Tidak Ada Pelanggaran

Sosok Istri Gubernur Kaltim Sarifah Suraidah Ikut Viral Seusai Rudy Masud Sindir Dedi Mulyadi 1
Sosok Istri Gubernur Kaltim Sarifah Suraidah Ikut Viral Seusai Rudy Masud Sindir Dedi Mulyadi 1

Gaya Busana Istri Gubernur Kaltim Jadi Sorotan

Sosok Sarifah Suraidah Harum, istri dari Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Hal ini terjadi karena gaya busananya yang dinilai mencolok dan tidak biasa. Penampilannya yang menarik perhatian itu membuatnya menjadi sorotan utama dalam berbagai media sosial.

Video yang beredar menunjukkan Sarifah turun ke lapangan untuk menyapa para pedagang sayur. Dalam video tersebut, ia tampil dengan long dress putih bergaya klasik yang oleh sebagian warganet disebut mirip dengan gaya “Noni Belanda”. Di lengkapi dengan topi lebar dan perhiasan yang mengkilap di jemari serta lehernya, penampilan ini menimbulkan reaksi beragam dari publik.

Banyak netizen mengkritik gaya busana Sarifah yang dinilai tidak sesuai dengan citra kesederhanaan yang diharapkan dari keluarga pejabat daerah. Beberapa bahkan membandingkan penampilannya dengan gaya hidup masyarakat kecil yang biasa ditemui di lapangan tersebut.

Pembicaraan tentang penampilan Sarifah juga muncul di tengah isu pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim senilai Rp 8,5 miliar yang sebelumnya telah menjadi topik perdebatan. Namun, fokus utama masyarakat tetaplah pada aspek penampilan istri gubernur tersebut.

Menanggapi hal ini, Sudarno, anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Bidang Komunikasi Politik dan Komunikasi Publik, memberikan pernyataan. Menurutnya, kritik terhadap gaya busana Sarifah seharusnya tidak dibesar-besarkan.

“Gaya busana istri gubernur sudah seperti itu puluhan tahun. Bukan hanya saat suaminya menjabat sebagai gubernur,” ujarnya.

Sudarno menjelaskan bahwa gaya berpakaian Sarifah bukanlah sesuatu yang berubah setelah suaminya menjabat sebagai Gubernur Kaltim. Ia menekankan bahwa latar belakang keluarga tersebut memang sudah berkecukupan sejak lama.

“Beliau sudah lama berkecukupan untuk membuat istrinya seperti ratu. Jadi bukan hal yang tiba-tiba karena jabatan,” katanya.

Menurut Sudarno, masalah busana adalah ranah pribadi yang tidak berkaitan langsung dengan kebijakan atau kinerja pemerintahan. Ia mempertanyakan letak pelanggaran yang dimaksud dalam kritik yang beredar.

“Kalau urusan outfit, itu personal. Tidak ada yang dilanggar,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa perubahan gaya hidup atau penampilan bukanlah hal yang mudah, apalagi jika sudah dijalani selama bertahun-tahun. “Belasan bahkan puluhan tahun orang terbiasa seperti itu. Tidak bisa tiba-tiba berubah hanya karena jabatan,” tambahnya.

Sudarno menyarankan agar publik lebih fokus pada kinerja dan kebijakan gubernur, bukan pada aspek pribadi. “Kalau mau mengkritik, kritik kinerjanya. Apa yang sudah dilakukan untuk masyarakat. Jangan pada personal,” ujarnya.

Dalam konteks demokrasi, ruang kritik memang terbuka. Namun, menurut Sudarno, kualitas kritik juga perlu diperhatikan agar tetap substantif. “Kalau masuk ke ranah pribadi, itu bukan kritik kebijakan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan langsung dari Sarifah Suraidah terkait ramainya perbincangan mengenai gaya busananya di media sosial.




Pos terkait