Gaya Busana Sarifah Suraidah Menarik Perhatian, Respons Santai hingga Penjelasan Ahli

Aa1xfyak 1
Aa1xfyak 1

Perhatian Publik Terhadap Penampilan Istri Gubernur Kalimantan Timur

Nama Sarifah Suraidah kembali menjadi sorotan publik. Sebagai istri dari Rudy Mas’ud, Gubernur Kalimantan Timur, ia menjadi perbincangan setelah gaya berpakaiannya dianggap nyentrik dan mencolok. Hal ini terjadi terutama setelah munculnya polemik terkait rencana pengadaan mobil dinas gubernur yang menuai kritik dari masyarakat.

Sarifah mendapatkan perhatian lebih ketika ia terlihat mengenakan busana warna-warni dengan aksesori yang mencolok saat turun langsung menemui warga, termasuk pedagang sayur. Alih-alih fokus pada kegiatan sosial yang dilakukannya, perhatian publik justru tertuju pada penampilannya yang dinilai berlebihan oleh sebagian warganet.

Respons Santai atas Nyinyiran Publik

Menghadapi beragam komentar tersebut, Sarifah akhirnya angkat bicara melalui unggahan Instagram Story. Ia menanggapi komentar warganet yang mempertanyakan pilihan busananya dengan nada santai dan reflektif.

“Baju dan gayanya kok berlebihan??” tulis Sarifah, mengutip komentar yang ramai diarahkan kepadanya.

Ia menegaskan tidak ingin terlalu memusingkan penilaian orang lain dan memilih menjalani hidup sesuai dengan keinginannya sendiri.

“Hidup cuma sekali, hidup gak bisa diputar lagi. Lakukan apa yang mau dilakukan,” tulis Sarifah.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa hidup tidak semestinya dijalani demi menyenangkan semua orang.

“Kita gak hidup buat untuk menyenangkan, jadilah diri sendiri,” lanjutnya.

Dalam unggahan lain, Sarifah turut membagikan cuplikan ceramah yang menekankan pentingnya memaafkan. Ia mengaku memilih memaafkan orang-orang yang telah mengejeknya.

“Maafkan semua orang, insya Allah,” tulisnya.

Penjelasan Tim Ahli Gubernur

Sorotan terhadap Sarifah turut ditanggapi oleh Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP). Sudarno, selaku tim ahli bidang komunikasi politik dan komunikasi publik, meminta agar kritik tidak menyeret ranah personal keluarga kepala daerah.

Menurut Sudarno, gaya berpakaian Sarifah bukanlah hal baru dan sudah menjadi ciri khas sejak lama.

“Itu sudah puluhan tahun seperti itu. Bukan pada saat jadi gubernur ini,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa latar belakang keluarga tersebut memang telah mapan jauh sebelum Rudy Mas’ud menjabat sebagai gubernur.

“Beliau sudah lama berkecukupan untuk membuat istrinya seperti ratu. Jadi bukan hal yang tiba-tiba karena jabatan,” kata Sudarno.

Terkait tudingan dinasti politik, Sudarno menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, setiap warga negara memiliki hak politik selama tidak melanggar aturan hukum.

“Kalau tidak dibolehkan, ya buat aturan yang melarang. Tapi kalau secara demokrasi dibolehkan, itu hak,” ujarnya.

Kritik Publik dan Sikap Pemerintah

Di tengah polemik tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan tetap terbuka terhadap kritik masyarakat. Sudarno menyebut masukan publik sebagai bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan.

“Kami berterima kasih atas kritik. Itu vitamin bagi pemerintah,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov Kaltim juga telah memutuskan membatalkan rencana pengadaan mobil dinas gubernur senilai Rp 8,5 miliar setelah menuai kritik luas. Rudy Mas’ud menyatakan keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen mendengar aspirasi masyarakat.

“Pemerintah yang baik adalah yang mau mendengar dan berani mengambil keputusan yang bijak,” tegas Rudy.

Pos terkait