Perkembangan Industri Gym di Indonesia
Industri gym di Indonesia sedang mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini disampaikan oleh Nasional Agustinus Setiyobudi, seorang wasit juri dalam cabang olahraga Binaraga. Menurutnya, minat masyarakat untuk datang ke gym meningkat karena kesadaran akan pentingnya kesehatan dan investasi di masa tua.
Meningkatnya Kesadaran Masyarakat
Agus, sapaan akrabnya, menekankan bahwa fitness bukan lagi hanya dianggap sebagai sarana pamer strata sosial. Kini, fitness menjadi bagian dari gaya hidup sehat serta salah satu olahraga yang dianjurkan dari segi medis. Ia mengatakan bahwa peningkatan minat masyarakat terhadap gym melonjak drastis, terutama karena kesadaran akan kesehatan dan pengaruh media sosial.
“”
Menurut Agus, saat ini banyak ahli medis menyarankan berolahraga, dan gym merupakan salah satu tempat yang paling efektif. Ia juga menyampaikan bahwa gym tidak bisa dipandang lagi sebagai ajang pamer penampilan. Faktanya, dari sudut pandang medis, fitness dapat dianggap sebagai investasi di hari tua.
Investasi di Masa Tua
Latihan otot, khususnya pada tubuh bagian bawah atau lower, bisa meminimalisir masalah di masa tua seperti pengeroposan tulang. “Betul bahwa gym bisa disebut sebagai investasi di hari tua. Jadi gini, seseorang memiliki otot yang dilatih itu akan mendongkrak kesehatan, misalnya, untuk otot lower dan punggung, ketika sudah tua masih bisa berjalan berdiri dengan tegak dan tidak membutuhkan bantuan orang lain ataupun alat.”
Ia menambahkan bahwa latihan otot sejak dini akan membantu meminimalisir tingkat cedera yang sifatnya dadakan saat usia lanjut. “Untuk krusial dalam latihan memang semua (upper dan lower) badan di latih. Tetapi kan aktivitas kita dimulai dari berjalan, sehingga penting untuk melatih bagian bawah.”
Pengalaman Selama Pandemi
Meski demikian, industri gym sempat mengalami keterpurukan selama era pandemi Covid-19. “Kondisi sulit, paling sulit itu terutama waktu Covid, kita harus tutup hampir setengah tahun. Itu industri gym hancur,” jelas Agus sembari tertawa. Namun, setelah masa sulit tersebut, industri gym perlahan bangkit kembali. Dan akhir-akhir ini persaingan semakin ketat.
Harapan untuk Masa Depan
Agus berharap industri gym bisa lebih berkembang lagi di Indonesia. Ia ingin gym tidak hanya dinikmati kalangan menengah ke atas, tetapi juga menengah ke bawah. “Kedepannya industri gym bisa lebih berkembang dan mengarah ke semua kalangan. Selain itu, banyak kan sekarang stereotipe miring soal gym, hapus lah itu. Karena akan lebih baik gym dipandang dari kepentingan medis dan kesehatan,” harapnya.
Dari Atlet hingga Terjun di Industri Gym
Agustinus Setiyobudi lebih dari sekadar pengusaha di industri gym. Di kediamannya, ia memiliki tempat gym yang menargetkan pasar kalangan menengah ke bawah. Faktanya, Agus berkecimpung di dunia industri gym karena latar belakangnya sebagai mantan atlet binaraga Nasional.
“”
“Mantan atlet skala Nasional, saya off (pensiun) itu tahun 2008,” terangnya menambahkan. Tidak berhenti sampai di situ, pria berusia 53 tahun ini mengemban sejumlah jabatan penting di Pengurus Pusat Perkumpulan Binaraga Fitnes Indonesia (PP PBFI). Statusnya ialah Wasit Juri aktif di PBFI hingga saat ini. Bahkan dia pernah menjadi juri Internasional dalam sebuah kejuaraan dunia yang berlangsung di Batam.
“Saya juga pernah jadi wasit Internasional untuk kejuaraan yang berlangsung di Batam, sekitar tahun 2016,” tambahnya. Ayah dua anak ini juga mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Umum PBFI Boyolali, sekaligus merangkap tugas pelatih atlet binaraga Jawa Tengah yang biasanya dikirim untuk Pekan Olahraga Nasional atau PON.





