Gempa 4 KM di Kutai Timur, Informasi Terbaru BMKG

20240909 Gempa Di Kutim Kutai Timur Minggu 892024 Malam
20240909 Gempa Di Kutim Kutai Timur Minggu 892024 Malam

Gempa Bumi di Kutai Timur dengan Magnitudo 2,9

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan 2,9 skala Richter yang mengguncang wilayah timur laut Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, pukul 10.10.44 WIB. Pusat gempa berada sejauh 80 kilometer dari Kabupaten Kutai Timur, tepatnya di koordinat 1,23 LU dan 117,65 BT, dengan kedalaman sekitar 4 kilometer.

Gempa yang terjadi pada waktu tersebut tidak menimbulkan dampak signifikan, karena magnitudo yang rendah. Namun, informasi lengkap mengenai gempa dapat ditemukan melalui akun media sosial resmi BMKG di X @infoBMKG. BMKG sendiri merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas untuk memantau kondisi cuaca, iklim, serta fenomena geofisika seperti gempa bumi dan tsunami.

Informasi Lengkap Mengenai Gempa

Magnitudo gempa merujuk pada besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi. Pengukuran ini dilakukan menggunakan alat seismograf yang mampu merekam getaran bumi secara ilmiah. Dalam kasus gempa kali ini, magnitudo 2,9 menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak terlalu kuat dan kemungkinan besar hanya dirasakan oleh beberapa orang di sekitar lokasi pusat gempa.

Lokasi gempa berada di titik koordinat 1,23 LU dan 117,65 BT. Wilayah yang terkena dampak gempa adalah daerah timur laut Kabupaten Kutai Timur. Jarak antara ibu kota Kabupaten Kutai Timur, yaitu Sangatta, ke ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, sekitar 180–200 kilometer. Waktu tempuh perjalanan darat dari Sangatta ke Samarinda sekitar 4–5 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca.

Skala MMI dan Dampak Gempa

BMKG juga memberikan informasi mengenai skala intensitas gempa menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Berikut penjelasan singkat mengenai skala MMI dan dampaknya:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Catatan Penting

BMKG menyampaikan bahwa informasi yang diberikan bersifat sementara dan belum sepenuhnya stabil. Hasil pengolahan data bisa berubah seiring dengan kelengkapan data. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi terbaru dari BMKG.

Pos terkait