Informasi Terkini Mengenai Gempa Bumi di Intan Jaya
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi dengan magnitudo 4,0 yang mengguncang wilayah tenggara Intan Jaya pada Selasa (3/3/2026) pukul 03.31.19 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 3,70 LS dan 137,04 BT, sekitar 38 kilometer tenggara Intan Jaya, dengan kedalaman sekitar 146 kilometer.
BMKG adalah lembaga pemerintah non-kementerian di Indonesia yang bertugas untuk mengamati dan menganalisis cuaca (meteorologi), iklim (klimatologi), serta geofisika seperti gempa bumi dan tsunami. Kabupaten Intan Jaya terletak di Provinsi Papua Tengah, berada di wilayah pegunungan tengah Papua, dan memiliki ibu kota Sugapa.
Magnitudo gempa mengacu pada ukuran energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi, yang dihitung secara ilmiah menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf. Informasi lengkap dan pembaruan gempa dapat ditemukan melalui akun resmi BMKG di X @infoBMKG.
Detail Lokasi dan Waktu Gempa
Gempa terjadi pada pukul 03:31:19 WIB. Lokasi gempa berada di titik koordinat 3.70 LS, 137.04 BT. Kedalaman gempa mencapai sekitar 146 km. Informasi ini diperoleh dari laman X resmi BMKG @infoBMKG dengan pesan:
“#Gempa Mag:4.0, 03-Mar-2026 03:31:19WIB, Lok:3.70LS, 137.04BT (38 km Tenggara INTANJAYA-PAPUA), Kedlmn:146 Km #BMKG
Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
Skala MMI dan Dampak Gempa
Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang dikutip dari laman BMKG, berikut penjelasan dampak gempa sesuai tingkat intensitasnya:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.





