Gempa Bumi Mengguncang Pangandaran, Jawa Barat
BMKG mencatat beberapa gempa bumi yang terjadi di sekitar wilayah Pangandaran, Jawa Barat. Gempa pertama terjadi pada Senin (2/3/2026) pukul 15.50 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,6. Pusat gempa berada di laut, 173 km Tenggara Kabupaten Pangandaran. Kedalaman gempa mencapai 5 km, sehingga termasuk gempa dangkal.
BMKG menyampaikan bahwa informasi ini diberikan dengan mengutamakan kecepatan. Oleh karena itu, data yang tersedia masih bersifat sementara dan bisa berubah seiring kelengkapan data lebih lanjut. Informasi tersebut ditulis oleh BMKG di akun X @infoBMKG, dengan detail sebagai berikut:
“Gempa Mag:3.6, 02-Mar-2026 15:50:52WIB, Lok:9.26LS, 108.55BT (173 km Tenggara KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn:5 Km #BMKG Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
Tidak lama setelah gempa pertama, gempa kedua terjadi pada malam hari, yaitu pada pukul 20.22 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,7. Pusat gempa kembali berada di laut, 140 km Tenggara Kabupaten Pangandaran. Kedalaman gempa mencapai 24 km, yang juga termasuk gempa dangkal.
BMKG kembali memberikan peringatan bahwa informasi ini bersifat sementara. Data yang diberikan mungkin akan berubah seiring penyelesaian pengolahan data. Informasi lengkapnya adalah:
“Gempa Mag:2.7, 02-Mar-2026 20:22:20WIB, Lok:8.96LS, 108.58BT (140 km Tenggara KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn:24 Km #BMKG Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
Sebelum gempa-gempa terbaru ini, Pangandaran juga pernah diguncang gempa pada Jumat (27/2/2026) sore. Gempa dengan kekuatan Magnitudo 2,1 terjadi di darat, 23 km Barat Daya Kota Bogor. Kedalaman gempa mencapai 19 km. BMKG Wilayah II melaporkan kejadian ini di akun X @bmkgwilayah2 dengan detail:
“Info Gempa Mag:2.1, 27-Feb-2026 16:27:08 WIB, Lok: 6.76 LS – 106.67 BT, 23 km Barat Daya KOTA-BOGOR-JABAR, Kedlmn: 19 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
Skala MMI dan Tingkat Getaran Gempa
Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity), getaran gempa dapat dirasakan dalam tingkat yang berbeda. Berikut penjelasannya:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Tindakan Saat Terjadi Gempa
Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:
-
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung. -
Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup. -
Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan. -
Di kerumunan
Gempa bisa terjadi kapan saja. JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka. -
Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa. -
Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi. -
Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.





