Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Mengguncang Kabupaten Pangandaran
Pada hari Senin tanggal 2 Maret 2026, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat diguncang gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,6. Gempa terjadi pada pukul 15.50.52 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 9.26 LS-108.55 BT, yang berjarak sekitar 173 km tenggara Kabupaten Pangandaran. Kedalaman gempa mencapai 5 km.
Gempa bumi ini dilaporkan oleh BMKG melalui akun X @infobmkg. Informasi tersebut menyebutkan bahwa data yang diberikan masih dalam proses pengolahan dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa
Berdasarkan rekomendasi dari BMKG, berikut adalah langkah-langkah penting yang harus diambil saat menghadapi gempa bumi:
-
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, jangan panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu perhatikan situasi sekitar untuk menentukan tempat aman. -
Di dalam rumah
Jika sedang berada di dalam bangunan, segera berlindung di bawah meja atau permukaan kokoh lainnya. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau menggunakan tangan dengan posisi tertelungkup. -
Di luar ruangan
Jika sedang berada di luar, segera menjauhi bangunan dan tiang listrik, lalu menuju area terbuka. Tetap tenang dan hindari melakukan tindakan apapun karena bisa saja terjadi gempa susulan. -
Di kerumunan
Saat berada di tempat ramai, ikuti arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat untuk mencari tempat aman. -
Di gunung atau dataran tinggi
Jika sedang berada di daerah pegunungan, segera berpindah ke area lapang dan hindari daerah dekat lereng karena risiko longsor cukup tinggi. -
Di laut
Gempa bawah laut dapat memicu tsunami. Jika gempa terjadi di laut, segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi. -
Di dalam kendaraan
Saat berkendara, pegang kemudi dengan kuat dan segera berhenti di tempat yang aman dan lapang.
Skala MMI: Tingkat Getaran Gempa Bumi
BMKG juga memberikan informasi tentang skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang digunakan untuk mengukur intensitas getaran gempa bumi. Berikut penjelasannya:
-
I MMI
Getaran tidak terasa kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Beberapa orang merasakan getaran, benda-benda ringan seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran terasa nyata dalam rumah, seperti sensasi mobil berjalan. -
IV MMI
Dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam dan luar rumah. Gerabah pecah, jendela dan pintu bergoyang. -
V MMI
Hampir semua orang merasakan getaran, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting. -
VI MMI
Semua orang merasakan getaran, kebanyakan orang terkejut dan lari keluar. Plester dinding jatuh, cerobong asap rusak. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Bangunan baik mengalami kerusakan ringan, sementara bangunan kurang baik mengalami retakan atau hancur. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan kuat, keretakan pada bangunan kurang baik, dinding terlepas, cerobong asap roboh. -
IX MMI
Bangunan kuat rusak, rangka rumah tidak lurus, banyak keretakan. Rumah bergeser dari pondasi awal. -
X MMI
Bangunan kayu kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondasi, tanah terbelah, rel melengkung, tanah longsor. -
XI MMI
Hanya sedikit bangunan yang masih berdiri. Jembatan rusak, pipa dalam tanah tidak bisa digunakan. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak di permukaan tanah, pemandangan berubah, benda-benda terlempar ke udara.





