Gerakan 1000 Kantong Darah BKPRMI Sulsel, Atasi Kekurangan Darah

Bapenda Sumbang Kantong Darah 1
Bapenda Sumbang Kantong Darah 1

Gerakan 1000 Kantong Darah untuk Kemanusiaan di Sulawesi Selatan

Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Sulawesi Selatan melalui Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) resmi mencanangkan Gerakan 1000 Kantong Darah untuk Kemanusiaan dalam momentum Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) LKM BKPRMI Sulawesi Selatan di Maros, Ahad (1/3/2026). Pencanangan ini menjadi bagian dari komitmen nyata BKPRMI Sulsel dalam memperkuat gerakan sosial kemanusiaan, khususnya di bidang kesehatan.

Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan upaya strategis untuk mendorong Pemuda Remaja Masjid agar membudayakan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan bentuk kepedulian terhadap sesama. Ia menjelaskan bahwa donor darah bukan hanya membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.

“Ini adalah gerakan kemanusiaan yang kita dorong bersama. Kita ingin Pemuda Remaja Masjid menjadi pelopor dalam aksi-aksi sosial yang berdampak luas,” ujarnya.

Direktur Wilayah Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) BKPRMI Sulawesi Selatan, Dr. Asriadi Ali, Sp.N., M.A.P., AIFO-K., F.MIN, menegaskan bahwa gerakan ini tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi akan menjadi program berkelanjutan berbasis masjid dan komunitas pemuda. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi kesehatan masyarakat sekaligus penggerak aksi kemanusiaan yang terorganisir.

“Gerakan 1000 Kantong Darah ini adalah ikhtiar kolektif untuk membangun kesadaran kesehatan sekaligus solidaritas sosial di tengah masyarakat. Kami ingin menjadikan masjid sebagai pusat gerakan kemanusiaan, di mana Pemuda Remaja Masjid hadir tidak hanya dalam pembinaan spiritual, tetapi juga dalam aksi nyata penyelamatan sesama melalui donor darah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa LKM BKPRMI Sulsel akan membangun sistem kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PMI, fasilitas kesehatan, dan komunitas relawan, agar gerakan donor darah dapat berlangsung secara rutin dan terukur di seluruh kabupaten/kota.

Gerakan 1000 kantong darah ini diharapkan dapat menjawab tantangan ketersediaan darah yang hingga kini masih belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maros sebagai tuan rumah pelaksanaan Silakwil Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) BKPRMI Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2026 di Rumah Jabatan Bupati Maros, turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang diinisiasi BKPRMI Sulsel.

Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam menegaskan bahwa kebutuhan darah di berbagai fasilitas kesehatan masih cukup tinggi, sementara ketersediaan stok darah sering kali terbatas. Oleh karena itu, gerakan ini dinilai sangat relevan dan mendesak untuk didukung bersama.

“Gerakan 1000 kantong darah ini adalah langkah konkret yang sangat kita apresiasi. Saat ini kebutuhan darah belum sebanding dengan ketersediaan yang ada. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dalam kapasitasnya sebagai Ketua PMI Kabupaten Maros, beliau menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan BKPRMI dalam mewujudkan target 1000 kantong darah setiap tahun. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi, memperluas jangkauan donor, serta memastikan distribusi darah tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui Gerakan 1000 Kantong Darah untuk Kemanusiaan, BKPRMI Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya membina generasi muda masjid secara spiritual, tetapi juga berkontribusi nyata dalam isu-isu sosial dan kemanusiaan di Sulawesi Selatan.

Tujuan dan Manfaat Gerakan Donor Darah

Gerakan 1000 Kantong Darah untuk Kemanusiaan memiliki beberapa tujuan utama:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah.
  • Memperkuat peran masjid sebagai pusat edukasi kesehatan dan aksi kemanusiaan.
  • Mengajak Pemuda Remaja Masjid untuk aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi sesama.
  • Membangun sistem kolaborasi antara BKPRMI, PMI, dan lembaga kesehatan lainnya.

Manfaat dari gerakan ini meliputi:

  • Meningkatkan ketersediaan darah di berbagai fasilitas kesehatan.
  • Memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti meningkatkan produksi sel darah merah.
  • Membentuk kebiasaan donor darah yang berkelanjutan di kalangan pemuda.
  • Meningkatkan solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Langkah-Langkah Implementasi Gerakan

Untuk mewujudkan gerakan ini, BKPRMI Sulsel telah merancang beberapa langkah implementasi:

  • Mengadakan pelatihan dan edukasi kepada anggota Pemuda Remaja Masjid tentang prosedur donor darah.
  • Melibatkan para tokoh agama dan pemimpin komunitas untuk memperluas partisipasi.
  • Mengadakan kegiatan donor darah rutin di berbagai masjid dan tempat ibadah.
  • Membangun kerja sama dengan PMI dan rumah sakit untuk memastikan distribusi darah yang efektif.

Dengan langkah-langkah ini, BKPRMI Sulsel berharap gerakan 1000 Kantong Darah untuk Kemanusiaan dapat menjadi contoh nyata dari peran aktif pemuda dalam mendorong perubahan positif di masyarakat.


Pos terkait