Gerakan Pemimpin Iran Diamati CIA dan Dikirim ke Israel

P07zm9b7 5
P07zm9b7 5

Kematian Ayatollah Ali Khamenei: Klaim dari Presiden AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas. Pernyataan ini disampaikan oleh Trump melalui platform Truth Social pada hari Minggu (1/3/2026) pagi waktu setempat. Trump menyatakan bahwa kematian Khamenei memberikan keadilan bagi masyarakat Iran dan juga masyarakat dunia yang anggota keluarganya telah dibunuh.

“Khamenei tidak dapat menghindari intelijen dan sistem pelacakan kami yang sangat canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang dapat dilakukan dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya,” tulis Trump dalam unggahannya.

Pengawasan Intelijen Terhadap Pemimpin Iran

Selama berbulan-bulan, pergerakan para pemimpin Iran telah dipantau. Menurut laporan The New York Times, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) membantu menemukan lokasi pertemuan para pemimpin senior Iran sebelum Israel melakukan serangan yang menargetkan lokasi tersebut di Teheran, Sabtu (28/2/2026). Serangan terkoordinasi ini mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah pejabat militer senior Iran.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa CIA telah memantau pergerakan Khamenei selama berbulan-bulan. Hasilnya, CIA mampu meningkatkan keakuratan intelijennya mengenai keberadaan dan pola perjalanan Khamenei. Sebelum serangan, badan intelijen tersebut mengetahui adanya pertemuan para pejabat senior Iran yang dijadwalkan pada Sabtu pagi di pusat komando di jantung Teheran, dan dipastikan kalau Pemimpin Tertinggi akan hadir.

Kolaborasi AS-Israel dalam Operasi Serangan

Surat kabar itu menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel memutuskan untuk menyesuaikan waktu serangan untuk memanfaatkan intelijen baru ini, yang, seperti yang dijelaskan surat kabar itu, memberi mereka “kesempatan” untuk mencapai tujuan awal: melenyapkan para pemimpin puncak Iran, termasuk Khamenei. Kecepatan pelaksanaan operasi tersebut mencerminkan tingkat koordinasi dan pertukaran informasi yang tinggi antara Washington dan Tel Aviv.

Operasi serangan juga menggambarkan kedalaman penetrasi intelijen ke dalam struktur kepemimpinan Iran, khususnya setelah perang dua belas hari pada Juni tahun 2025 lalu. Artinya, AS lewat CIA-nya sudah punya “orang dalam” dalam struktur kepemimpinan Iran.

Informasi Akurat Dari CIA

Menurut laporan tersebut, CIA memberikan Israel informasi yang digambarkan sebagai “sangat akurat” mengenai lokasi Khamenei. Israel kemudian mengandalkan informasi ini, bersama dengan intelijennya sendiri, untuk melakukan operasi yang telah direncanakan selama berbulan-bulan, yang menargetkan para pemimpin senior Iran.

Serangan itu awalnya direncanakan untuk malam hari, tetapi pemerintah AS dan Israel memutuskan untuk mengubah waktunya untuk memanfaatkan pertemuan yang berlangsung pada Sabtu pagi di kompleks pemerintahan yang menampung kantor presiden, Pemimpin Tertinggi, dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Kronologi Operasi Serangan ke Iran

Menurut laporan tersebut, operasi dimulai sekitar pukul 6:00 pagi waktu Israel, dengan jet tempur lepas landas dari pangkalan mereka, yang dilengkapi dengan amunisi berpemandu presisi jarak jauh. Dua jam lima menit setelah lepas landas, sekitar pukul 9:40 pagi waktu Teheran, rudal-rudal tersebut menghantam kompleks yang menjadi sasaran.

Surat kabar itu menjelaskan bahwa para pejabat senior keamanan nasional Iran sedang mengadakan pertemuan di salah satu gedung di dalam kompleks tersebut pada saat serangan terjadi, sementara Khamenei berada di gedung lain di dekatnya. Surat kabar itu mengutip seorang pejabat pertahanan Israel yang mengatakan bahwa serangan itu dilakukan “secara bersamaan di beberapa lokasi di Teheran, salah satunya adalah tempat para tokoh senior dalam lembaga politik dan keamanan Iran berkumpul.”

Kepemimpinan Iran Gagal Mencegah Serangan

Laporan menambahkan bahwa Israel telah berhasil mencapai “kejutan taktis” meskipun Iran telah melakukan persiapan perang. Surat kabar itu mencatat bahwa Gedung Putih dan CIA menolak untuk berkomentar. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Sabtu kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Trump menyatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social: “Khamenei telah meninggal, salah satu orang paling jahat dalam sejarah.”


Pos terkait