Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Jadwal dan Kesempatan di Kalteng

Suban
Suban

Fenomena Gerhana Bulan Total Akan Terjadi Malam Ini, Namun Cuaca Membuatnya Tidak Terlihat

Fenomena alam yang menarik perhatian banyak orang, yaitu gerhana bulan total, akan terjadi malam ini, Selasa (3/3/2026). Peristiwa ini dapat diamati dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah. Namun, masyarakat harus memperhatikan kondisi cuaca sebelum berencana untuk menyaksikannya.

Gerhana bulan total merupakan peristiwa alam yang terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya Matahari yang seharusnya mencapai Bulan terhalang oleh Bumi. Dalam fase ini, Bulan akan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi, yang membuat penampakannya berubah secara bertahap. Puncak gerhana bulan total biasanya terlihat dengan warna merah jika langit dalam kondisi cerah.

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) memberikan informasi mengenai prakiraan cuaca yang bisa memengaruhi pengamatan fenomena ini. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang disertai petir/kilat dan angin kencang di beberapa wilayah Kalimantan Tengah. Wilayah-wilayah tersebut antara lain:

  • Kotawaringin Timur bagian timur
  • Seruyan
  • Katingan bagian utara
  • Gunung Mas
  • Barito Utara bagian selatan
  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Kapuas
  • Pulang Pisau bagian utara
  • Kota Palangka Raya bagian utara

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ihsan, menyampaikan bahwa hujan dan awan tebal bisa mengganggu pengamatan. “Kemungkinan besar tidak akan terlihat ketika hujan ataupun ketika berawan tebal,” ujarnya. Hal ini sangat penting bagi masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena ini.

Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan cuaca di wilayah masing-masing agar tidak terganggu oleh hujan atau awan tebal. Meskipun gerhana bulan total dapat diamati tanpa alat bantu khusus, kondisi cuaca menjadi faktor utama dalam keberhasilan pengamatan.

Berdasarkan prakiraan BMKG, fase gerhana bulan total akan dimulai pada pukul 18.03 WIB, dengan puncaknya pada pukul 18.33 WIB. Fase total akan berakhir pada pukul 19.03 WIB. Durasi total dari peristiwa ini sekitar satu jam, mulai dari fase total dimulai hingga berakhir.

Ihsan juga menjelaskan bahwa gerhana bulan hanya terjadi saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Saat proses gerhana berlangsung, Bulan akan perlahan memasuki bayangan Bumi hingga mencapai puncaknya. Pada saat puncak gerhana, Bulan berpotensi terlihat berwarna merah jika langit dalam kondisi cerah.

Dengan adanya informasi ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan memperhatikan perkembangan cuaca. Jika cuaca tidak mendukung, maka pengamatan gerhana bulan total mungkin tidak dapat dilakukan secara optimal. Namun, jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat menyaksikan fenomena alam yang luar biasa ini.


Pos terkait