Fenomena Gerhana Bulan Total di Bulan Ramadan 2026
Fenomena alam yang langka dan memukau, yaitu Gerhana Bulan Total, akan kembali terjadi pada bulan Ramadan tahun 2026. Fenomena ini akan berlangsung pada hari Selasa, 3 Maret 2026, dan bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa memerlukan alat bantu apapun.
Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam umbra atau bayangan inti Bumi. Pada fase puncaknya, Bulan akan tampak berwarna merah, fenomena yang dikenal sebagai blood moon. Fenomena ini dapat dilihat dari semua zona waktu di Indonesia, termasuk Jawa Barat.
Berikut adalah jadwal lengkap gerhana Bulan Total di Jawa Barat:
- 15:44 WIB: Gerhana Bulan masuk bayangan penumbra (bayangan semu Bumi).
- 16:50 WIB: Gerhana Bulan masuk bayangan umbra (bayangan inti Bumi).
- 17:15 WIB: Persiapan mulai membaca istigfar, dan gema takbir sebanyak-banyaknya, mengagungkan Asma Alloh.
- 17:30 WIB: Gema Takbir.
- 18:15 WIB: Gema Adzan Magrib untuk daerah Bandung, dan sekitarnya (daerah lain menyesuaikan dengan jadwal dari Kemenag/BHR/MUI), dan berbuka puasa.
- 18:20 WIB: Sholat Magrib.
- 18:30 WIB: Melanjutkan Gema Takbir.
- 18:35 WIB: Gerhana Bulan masuk fase puncak/maksimal total/ bulan berwarna merah-gelap.
- 18:35 WIB: Semakin memperbanyak gema takbir hingga menjelang isya, agar diberikan keselamatan.
- 19:20 WIB: Gema Adzan Isya untuk daerah Bandung, dan sekitarnya (daerah lain menyesuaikan jadwal).
- 19:25 WIB: Sholat Isya.
- 19:35 WIB: Sholat Gerhana Bulan.
- 19:40 WIB: Khutbah Gerhana (isi ringkas, padat).
- 19:45 WIB: Sholat Tarawih, dan Witir.
- 20:17 WIB: Gerhana lepas bayangan umbra (bayangan inti Bumi).
- 20:25 WIB: Do’a, melanjutkan takbir hingga bulan bercahaya purnama intensitas 100 persen kembali.
- 21:23 WIB: Gerhana lepas bayangan penumbra (bayangan semu Bumi).
Tata Cara Shalat Gerhana
Bagi umat Muslim, gerhana bulan bukan hanya sekadar fenomena alam, tetapi juga menjadi momen spiritual untuk menyaksikan kebesaran Allah dan beribadah kepada-Nya. Dalam Islam, terdapat ibadah khusus yang disebut dengan salat Khusuf.
Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain, salat Khusuf adalah sunnah muakkadah alias sunnah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah biasanya, tetapi memiliki tiga tingkatan:
- Tingkat minimal: dua rakaat seperti sholat sunnah zuhur.
- Tingkat pertengahan: dua kali rukuk dan dua kali sujud.
- Tingkatan sempurna: setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat-surat panjang sesuai kemampuan.
Berikut tata cara pelaksanaan salat Khusuf tingkat pertengahan:
- Niat salat gerhana yang dibarengi takbiratul ihram.
- Lafal niat: “Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.”
- Artinya: “Saya niat sholat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”
- Membaca doa Iftitah.
- Membaca Ta’awudz dan Al-Fatihah.
- Membaca surat Alquran dengan jahr (lantang).
- Rukuk pertama (lama).
- Bangkit dari ruku (I‘tidal).
- Membaca surat Al-Fatihah kembali.
- Membaca surat yang lebih pendek dari surat pada poin 4.
- Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama).
- Bangkit dari ruku (I‘tidal).
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
Setelah itu, dilanjutkan melakukan tasyahud akhir dan ditutup dengan salam.
Amalan yang Bisa Dikerjakan Saat Gerhana Bulan
Selain salat Khusuf, ada beberapa amalan yang bisa dikerjakan saat gerhana bulan:
- Bersedekah: Sedekah merupakan salah satu amalan yang utama. Dalam hadits, Umar bin Khathab pernah berkata, “Sesungguhnya, amal-amal itu saling membanggakan diri, maka sedekah pun berkata, ‘Aku adalah amal kalian yang paling utama.’”
- Berkhutbah: Sebagaimana dijelaskan dalam hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhotbah setelah salat Khusuf.
- Memperbanyak doa: Doa adalah salah satu ibadah yang kedudukannya paling tinggi.
- Memperbanyak dzikir dan istighfar: Salah satu bentuk zikir yang bisa diamalkan saat gerhana bulan adalah istighfar.
- Sholawat: Anjuran untuk membaca sholawat saat gerhana Bulan dijelaskan dalam hadis.
- Salat Khusuf berjamaah: Salat gerhana Bulan di masjid lebih disarankan, seperti yang dijelaskan dalam hadis.
Hikmah Salat Gerhana Bulan
Salat gerhana memiliki beberapa hikmah, antara lain:
- Untuk Menghormati Allah SWT: Salat gerhana dilakukan untuk menghormati Allah SWT dengan melanggengkan rasa takut dan waspada.
- Pendekatan Diri kepada Allah SWT: Gerhana matahari dan bulan adalah tanda kekuasaan Allah SWT dan peringatan dari-Nya.
- Menyadari Kebesaran dan Kekuasaan Allah SWT: Di mana proses gerhana adalah karena adanya sesuatu hal yang menutupi matahari atau bulan sehingga cahayanya tertutup dan tidak sampai di bumi.





