Pada 3 Maret 2026, tidak semua wilayah di Indonesia akan dapat menyaksikan fase gerhana bulan total. Di wilayah Jawa Barat, misalnya, fenomena ini bisa terlihat mulai sekitar pukul 18.03 WIB. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa secara umum, kabupaten dan kota di Jawa Barat akan mengalami awal peristiwa gerhana pada fase mulai gerhana total.
Beberapa daerah di Jawa Barat akan lebih dulu dilintasi gerhana bulan total, yaitu Subang, Garut, Sumedang, Singaparna, Tasikmalaya, Majalengka, Indramayu, Sumber, Ciamis, Kuningan, Parigi, Cirebon, Banjar, dimulai dari pukul 18.03 WIB. Namun, di tempat lain seperti Bandung, Pelabuhan Ratu, Bogor, Depok, Cibinong, Bekasi, Cianjur, Karawang, dan Purwakarta, gerhana bulan total baru akan terlihat pada pukul 18.33 WIB atau mulai fase puncak gerhana.
Gerhana bulan terjadi ketika bayangan Bumi menutupi Bulan. Fenomena ini merupakan hasil dari pergerakan dinamis benda-benda langit yang hanya terjadi saat Bulan berada dalam fase purnama. Jadwal gerhana bulan dapat ditentukan secara akurat melalui perhitungan astronomi. Saat gerhana bulan total, posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus yang sempurna. Pada kondisi tersebut, Bulan tampak berubah warna menjadi merah, sering disebut sebagai Blood Moon.
Pada tahun 2026, terdapat empat kali peristiwa gerhana, yaitu dua kali gerhana bulan dan dua kali gerhana matahari. Peristiwa gerhana matahari cincin pada 17 Februari lalu tidak dapat diamati dari Indonesia. Begitu pula dengan gerhana matahari total pada 12 Agustus dan gerhana bulan sebagian pada 28 Agustus nanti.
Namun, gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 bisa terlihat di Indonesia. Gerhana bulan total ini memiliki hubungan dengan peristiwa serupa pada 21 Februari 2008, dan akan diikuti oleh gerhana bulan total pada 13 Maret 2044.
Tim Stasiun Geofisika Bandung rencananya akan melakukan pengamatan gerhana bulan total pada 3 Maret 2026, mulai pukul 14.30 hingga 21.30 WIB di atap bangunan kantor. Pengamatan akan menggunakan teleskop terkomputerisasi yang dikombinasikan dengan teknologi informasi.
Selama pengamatan, kecerlangan cahaya Bulan akan direkam oleh detektor yang dipasang pada teleskop. Data yang diperoleh akan secara otomatis mengikuti posisi Bulan dan dikirim ke server di BMKG Pusat. Setelah itu, data tersebut akan disimpan dan disebarluaskan secara online ke seluruh dunia melalui website BMKG.
Pada Selasa, 3 Maret 2026, waktu terbit Bulan di Kota Bandung adalah pukul 18.03 WIB. Berdasarkan data prakiraan BMKG, cuaca di lokasi pengamatan berpotensi berawan dari pukul 13.00 hingga 22.00 WIB.





