Getafe Patahkan Dominasi Real Madrid di Bernabeu, Los Blancos Tertinggal Empat Poin dari Barcelona

Aa1xodht 3
Aa1xodht 3



Real Madrid Kembali Tersungkur di Santiago Bernabeu

Madrid, Spanyol — Stadion Santiago Bernabeu yang selama ini menjadi kekuatan utama bagi Real Madrid kini harus menerima kekalahan. Dalam pertandingan lanjutan La Liga Spanyol, Madrid justru kalah 1-0 dari Getafe CF. Hasil ini terjadi pada Selasa (3/3/2026) dini hari WIB, dan menjadi momen bersejarah bagi tim tamu.

Bagi Getafe, kemenangan ini sangat berarti. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah mereka meraih tiga poin di markas Los Blancos sejak tahun 2008. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Getafe tidak lagi menjadi tim yang mudah dikalahkan oleh Madrid di kandang sendiri.

Sementara itu, bagi Madrid, hasil ini menjadi bencana. Mereka kini tertinggal empat poin dari FC Barcelona, yang sebelumnya mengalahkan Villarreal CF dengan skor 4-1. Di tengah persaingan gelar yang semakin ketat, satu kekalahan bisa menjadi pukulan telak bagi Madrid.

Sejak awal pertandingan, Madrid tampil agresif dan mencoba membangun serangan. Namun, upaya mereka sering kali gagal karena penjaga gawang Getafe, David Soria, yang tampil luar biasa. Salah satu peluang terbaik Madrid datang saat Sebastian Boselli membuat kesalahan, tetapi Vinicius Junior gagal memanfaatkannya.

Arda Guler juga sempat mencoba melepaskan tendangan dari sisi sempit, tetapi Soria kembali membuktikan kemampuannya dengan menyelamatkan gawang Madrid. Meski memiliki banyak peluang, Madrid tidak mampu memanfaatkannya dengan baik.

Getafe tidak hanya bertahan, tetapi juga menunjukkan permainan yang disiplin. Meskipun dalam 16 kunjungan sebelumnya mereka selalu kalah di Bernabeu, tim tamu ini bermain dengan strategi yang tepat dan menunggu kesempatan.

Momen penting terjadi ketika lini belakang Madrid gagal menyapu umpan silang dengan sempurna. Bola liar langsung disambar Martin Satriano dengan tendangan voli keras yang meluncur ke sudut atas gawang tanpa bisa dijangkau Soria. Gol ini bukan hanya yang pertama bagi Getafe dalam lima pertemuan terakhir melawan Madrid, tetapi juga gol babak pertama kedua mereka dalam 18 laga di La Liga musim ini.

Setelah gol tersebut, Madrid berusaha meningkatkan intensitas permainan. Pergantian pemain memberi energi baru, dan beberapa umpan berbahaya dari Franco Mastantuono sempat mengancam gawang Getafe. Namun, Dean Huijsen dan Rodrygo gagal memanfaatkannya.

Dominasi penguasaan bola tidak cukup untuk meruntuhkan pertahanan rapat Getafe yang dikomandoi Domingos Duarte. Soria terus tampil heroik di bawah mistar, dan membuat Madrid semakin frustrasi.

Di akhir pertandingan, Madrid mengalami tekanan lebih besar setelah Franco Mastantuono mendapat kartu merah karena protes keras. Hal ini memperparah situasi Madrid, yang kini harus bermain dengan 10 pemain.

Di sisi lain, Getafe tetap tenang meskipun Adrian Liso mendapat kartu merah akibat menendang bola. Peluit panjang berbunyi, dan skor tetap 0-1 untuk tim tamu.

Kemenangan ini menjadi salah satu hasil terpenting bagi Getafe dalam beberapa tahun terakhir. Mereka kini unggul delapan poin dari zona degradasi dengan 12 pertandingan tersisa, yang menjadi modal berharga untuk bertahan di kasta tertinggi.

Sebaliknya, kekalahan ini membuat Madrid dalam posisi sulit. Dengan tertinggal empat poin dan musim menyisakan 12 pertandingan, tekanan kini sepenuhnya berada di tangan pelatih Alvaro Arbeloa dan anak asuhnya.

Pos terkait