Guardiola Kecewa pada Kritik Fans Leeds Saat Pemain Man City Berbuka Puasa: Hormati

Guardiola Bawa Bawa Liverpool Saat Kritik Pendukung Dan Pemain Man City 1
Guardiola Bawa Bawa Liverpool Saat Kritik Pendukung Dan Pemain Man City 1

Pertandingan Premier League Dihentikan Sementara untuk Pemain Muslim Berbuka Puasa

Pertandingan antara Leeds United dan Manchester City di Elland Road, Sabtu (28/2/2026), sempat dihentikan sejenak untuk memberi kesempatan kepada pemain Muslim berbuka puasa Ramadan. Laga yang dimulai pukul 17.30 waktu setempat terhenti pada menit ke-13. Wasit memberikan waktu singkat agar para pemain yang menjalankan ibadah puasa dapat membatalkannya.

Tiga pemain Man City yang tampil sebagai starter dan tengah berpuasa adalah Omar Marmoush, Rayan Cherki, dan Rayan Ait-Nouri. Sementara itu, Abdu Khusanov memulai pertandingan dari bangku cadangan. Pengumuman di layar stadion menyebutkan bahwa penghentian dilakukan karena pertandingan berlangsung pada bulan suci Ramadan dan memberi kesempatan pemain untuk berbuka.

Wasit memberi informasi kepada pemain Leeds agar memahami situasi, sementara Marmoush dkk menyantap takjil praktis dengan minum dan memakan vitamin serta gel energi. Sayangnya, pemandangan mengecewakan terjadi di area tribun suporter tuan rumah. Terdengar sorakan dan cemoohan yang diduga dilontarkan oleh pendukung Leeds saat pertandingan dihentikan.

Kejadian ini turut membuat Pep Guardiola kecewa karena ulah fans The Whites yang tidak menghormati tradisi agama lain. Pep memang terkenal vokal dalam isu kemanusiaan maupun toleransi. Menurutnya, aksi cemoohan dari suporter itu adalah tindakan yang ketinggalan zaman.

“Ini dunia modern, kan? Lihat apa yang terjadi di dunia saat ini,” tegas Pep, seperti dikutip dari The Independent. “Hormati agama, keragaman, itulah intinya.”

“Premier League mengatakan kalian bisa memberi waktu satu atau dua menit, kalian bisa memberi waktu bagi pemain yang berpuasa untuk berbuka puasa.” “Kami memberi sedikit vitamin karena Cherki dan Ait-Nouri tidak makan hari ini. Tidak lebih dari itu.” “Pertanyaannya, apakah mereka bisa melakukannya atau tidak? Apa masalahnya?” ujar pria Spanyol tersebut.

Sejak 2021, Liga Inggris memang menerapkan prosedur khusus untuk mengantisipasi pertandingan yang berlangsung pada jam buka puasa. Klub dengan pemain Muslim di dalamnya dapat berkoordinasi dengan wasit untuk menemukan waktu jeda dalam pertandingan agar mereka bisa membatalkan puasa.

Pep menekankan bahwa pemain Muslim di skuadnya sudah terbiasa menjalankan ibadah puasa selama bertanding. “Mereka mengikuti tradisi agama ini. Kami memiliki ahli gizi yang baik dan mereka menyesuaikan dengan kebutuhan tim,” ucapnya dalam kesempatan lain menjelang duel tersebut.

“Kami tidak dapat menyesuaikan jadwal dengan waktu kick-off Premier League.” “Saya pikir mereka sudah terbiasa dengan itu, mereka bukan pemain muda dan telah bermain selama bertahun-tahun pada periode ini.” “Saya pikir ini bukan hal baru. Baik Rayan, Omar, maupun Khusa, ini bukan kali pertama mereka menjalani Ramadan dan mereka tahu persis cara mengatasinya,” tutur Pep.

Asisten Leeds United, Eddie Riemer, ikut dimintai respons soal sorakan penonton pada momen buka puasa itu. “Saya fokus pada pertandingan dan tidak terlalu memperhatikan apa yang terjadi di sekitarnya,” kata dia. “Tetapi, ya, saya kecewa dengan beberapa pendukung jika hal itu terjadi, dan kami berusaha belajar,” lanjutnya.

Salah satu pemain Muslim itu, Ait-Nouri, turut berkontribusi penting dalam kemenangan The Citizens. Pemain Aljazair tersebut memberikan asis untuk dituntaskan Antoine Semenyo yang menyegel tripoin tipis 1-0 di Elland Road bagi Man City.


Pos terkait