Gubernur NTB: Koperasi Perlu Bisnis Nyata Tingkatkan Harga Petani

039154000 1428632238 Pohon Karet 1 201504010 Johan 1
039154000 1428632238 Pohon Karet 1 201504010 Johan 1

Penguatan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Desa di NTB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan koperasi dan ekosistem bisnis yang berbasis masyarakat. Hal ini disampaikan saat memberikan arahan kepada pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima, pada Senin (2/3/2026).

Menurut Gubernur Iqbal, pemerintah daerah akan membantu pengembangan teknologi dan penyusunan rencana bisnis agar koperasi maupun unit usaha desa dapat berjalan secara optimal. Selain itu, pendampingan juga akan diberikan untuk memfasilitasi akses permodalan melalui perbankan.

“Kita akan bantu susun rencana bisnisnya supaya bisa mengakses pinjaman perbankan. Yang paling penting, koperasi ini harus punya bisnis, bukan sekadar punya gerai,” tegas Gubernur Iqbal.

Memangkas Rantai Distribusi Pertanian

Dirinya menjelaskan bahwa selama ini rantai distribusi hasil pertanian terlalu panjang, sehingga petani tidak menikmati keuntungan maksimal. Hasil panen dari petani berpindah tangan ke berbagai perantara sebelum sampai ke pasar, yang berdampak pada rendahnya nilai tukar petani.

Konsep koperasi yang digagas pemerintah bertujuan untuk memangkas rantai distribusi tersebut. Melalui koperasi, petani dapat menjual langsung hasil produksi ke pasar atau pembeli akhir, sehingga memiliki posisi tawar lebih kuat dalam menentukan harga.

“Kalau koperasi kuat dan terkonsolidasi, mereka bisa ikut menentukan harga. Ini yang akan meningkatkan nilai tukar petani dan menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian,” ujarnya.

Pengembangan Usaha Produktif di Desa

Gubernur Iqbal juga mendorong pengembangan usaha produktif di desa, seperti peternakan ayam petelur skala rumah tangga dan budidaya hortikultura melalui sistem rumah kaca (greenhouse). Model usaha tersebut dinilai realistis untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Dirinya mencontohkan, dengan pengelolaan kandang ayam secara kolektif, desa dapat menghasilkan ribuan butir telur per minggu yang dipasarkan melalui koperasi. Demikian pula dengan budidaya cabai dan sayuran konsumsi harian, yang memiliki permintaan tinggi di masyarakat.

“Saat ini, sebagian besar kebutuhan pangan NTB masih dipasok dari luar daerah. Karena itu, penguatan ekosistem produksi lokal menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga,” kata Gubernur Iqbal.

Dukungan Konkret dari Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakot sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah dalam mempercepat operasional dan pengembangan bisnis koperasi di desa.

Dirinya menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa bukan semata urusan politik, melainkan kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau urusan politik, kita bicarakan pada tempatnya. Tapi urusan ekonomi rakyat, ini yang harus kita kerjakan bersama,” tutupnya.

Langkah-Langkah Strategis untuk Masa Depan Desa

Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa langkah strategis telah diambil oleh pemerintah provinsi NTB. Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan:

  • Pendampingan rencana bisnis

    Pemerintah memberikan bimbingan kepada koperasi dan usaha produktif lokal untuk menyusun rencana bisnis yang jelas dan terstruktur. Hal ini bertujuan agar koperasi dapat mengajukan pinjaman ke perbankan dengan lebih mudah.

  • Akses permodalan melalui perbankan

    Pendampingan juga diberikan untuk memfasilitasi akses permodalan melalui lembaga keuangan. Dengan modal yang cukup, koperasi dan usaha desa dapat berkembang secara mandiri.

  • Pengembangan teknologi

    Teknologi diperkenalkan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi. Misalnya, penggunaan sistem rumah kaca dalam budidaya hortikultura dapat meningkatkan hasil panen dan kualitas produk.

  • Peningkatan kapasitas SDM

    Pelatihan dan pelatihan teknis diberikan kepada anggota koperasi dan pelaku usaha desa agar mereka mampu mengelola bisnis dengan baik.

  • Penguatan koperasi dan koordinasi antar komunitas

    Koperasi diberdayakan untuk menjadi wadah yang kuat dan terorganisir. Koordinasi antar komunitas desa juga ditingkatkan agar dapat saling mendukung dalam pemasaran dan distribusi produk.


Pos terkait