Gubernur Pramono Serahkan Rp 15 Miliar untuk Revitalisasi Museum Husni Thamrin

Aa1nnfga
Aa1nnfga

Revitalisasi Museum Mohammad Husni Thamrin untuk Menjaga Warisan Sejarah Jakarta

Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, telah mengumumkan rencana revitalisasi Museum Mohammad Husni Thamrin yang terletak di Jalan Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Proyek ini akan menggunakan anggaran sebesar Rp15 miliar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas bangunan dan fungsi edukasi museum tersebut.

Revitalisasi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas peran besar Mohammad Husni Thamrin dalam sejarah Jakarta dan perjuangannya membela masyarakat Betawi. Pramono menegaskan bahwa sosok MH Thamrin memiliki kontribusi signifikan dalam perkembangan kota Jakarta dan masyarakat setempat, sehingga layak mendapatkan penghormatan yang lebih baik.

Peran Besar Mohammad Husni Thamrin dalam Sejarah Jakarta

Mohammad Husni Thamrin dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Jakarta. Ia sering disebut sebagai “Abang Betawi” atau “Abang Jakarta”, sebuah gelar yang mencerminkan kecintaannya terhadap masyarakat setempat dan perjuangannya untuk kesejahteraan mereka. Dalam rapat minggu lalu, Pramono menyatakan bahwa ia memutuskan untuk merevitalisasi museum ini karena melihat potensi yang besar dari bangunan tersebut.

“Dalam rapat minggu lalu saya sudah memutuskan untuk Museum Husni Thamrin kita akan revitalisasi. Biayanya Rp 15 miliar rupiah,” ujar Pramono saat memberikan sambutan acara buka puasa bersama Majelis Kaum Betawi di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Senin (2/3/2026).

Pramono berharap revitalisasi tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga meningkatkan fungsi edukasi bagi masyarakat, khususnya pelajar yang berkunjung ke Jakarta. Ia ingin agar destinasi sejarah di Jakarta tidak hanya berpusat pada Monumen Nasional, Taman Impian Jaya Ancol, maupun Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dengan demikian, museum MH Thamrin bisa menjadi salah satu tempat belajar sejarah Jakarta yang lebih luas.

Sosok Mohammad Husni Thamrin

Mohammad Husni Thamrin lahir di Sawah Besar, Jakarta, pada 16 Februari 1894. Ayahnya, Wedana Tabri Thamrin, meninggal sejak ia masih kecil, sehingga ia dirawat oleh paman dari pihak ibu. MH Thamrin memiliki enam saudara sekandung, lima laki-laki dan satu perempuan. Dikutip dari TribunnewsWiki, MH Thamrin memiliki darah Belanda dari kakeknya.

Sebagai anak yang cerdas dan suka bergaul dengan masyarakat dari berbagai kalangan, MH Thamrin mengenyam pendidikan kolonial sambil belajar mengaji. Setelah lulus sekolah, ia bekerja di kantor kepatihan, lalu di kantor Residen, dan kemudian di perusahaan pelayaran Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM).

Beranjak dewasa, MH Thamrin menyaksikan perkembangan kota kelahirannya dan membuatnya ingin berjuang untuk rakyat Jakarta. Salah satu perjuangannya adalah menyelesaikan masalah banjir dengan diskusi bersama Daan van der Zee. Solusi mereka adalah pembangunan kanal banjir agar dapat meredam air bah pada musim hujan.

Pencapaian dan Penghargaan

Pada 1919, MH Thamrin terpilih menjadi Dewan Kota Jakarta berkat pengaruh van der Zee. Sidang pertamanya dilakukan pada 17 Oktober 1919 saat masih berusia 25 tahun. Sebagai anggota termuda Dewan Kota Jakarta, MH Thamrin memprakarsai program perbaikan perkampungan orang-orang pribumi di Jakarta.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah penghapusan Poenale Sanctie, undang-undang mengenai kuli yang muncul pada 1880. Selain itu, MH Thamrin juga berhasil membatalkan Ordonansi Sekolah Liar yang dikeluarkan pada 27 September 1933. Ia dianggap sebagai sosok yang sangat anti-Belanda dan pernah dicurigai sebagai mata-mata Jepang.

MH Thamrin meninggal pada 11 Januari 1941 dan dimakamkan di Karet. Berdasarkan SK Presiden R.I. No. 175 tahun 1960 tertanggal 28 Juli 1960, Mohamad Husni Thamrin dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Penghargaan dan Kenangan Masyarakat

Masyarakat Jakarta mengenang jasa-jasa Mohammad Husni Thamrin dengan menjulukinya sebagai abang Betawi, atau sekarang disebut Abang Jakarta. Namanya juga diabadikan sebagai salah satu jalan protokol di Jakarta dan proyek perbaikan perkampungan Jakarta untuk kepentingan rakyat.

Pos terkait