Kenangan Gubernur Suhardi Duka atas Almarhum Sukardy M. Noer
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas wafatnya almarhum H Sukardy M. Noer. Ia mengenang sosok Sukardy sebagai pribadi yang selalu hadir dalam situasi yang memanas dan tidak pernah terlibat dalam konflik.
Sukardy bukan sekadar rekan kerja atau kolega biasa. Perjalanan mereka sudah berjalan sejak masa kuliah hingga aktif dalam organisasi politik dan Partai Demokrat. Kedua tokoh ini memiliki hubungan yang sangat dekat dan saling menghargai.
Hubungan yang Berlangsung Lama
Perjalanan hidup SDK dan Sukardy dimulai dari masa kuliah. Setelah lulus, keduanya menjadi aparatur sipil negara dan kembali bertemu di Makassar. Pada saat itu, Sukardy aktif di organisasi Kosgoro, sedangkan SDK bergabung dengan SOKSI. Mereka sering berjumpa dan saling mendukung dalam berbagai kegiatan.
Setelah kembali ke Mamuju, hubungan mereka tetap terjalin. Sukardy menjadi anggota DPRD Provinsi Sulbar dan sama-sama berada di bawah payung Partai Demokrat. Hal ini menunjukkan bahwa kedekatan mereka tidak hanya berdasarkan ikatan profesional, tetapi juga kesamaan visi dan tujuan.
Sosok yang Rajin Bersilaturahmi
Almarhum Sukardy dikenal sangat rajin bersilaturahmi. Hampir semua acara sosial dan keagamaan tidak pernah ia lewatkan. SDK mengingat bahwa di Makassar, tidak ada acara yang tidak dihadiri oleh Sukardy, baik itu acara kematian, pernikahan, atau acara lainnya.
“Di Makassar tidak ada kegiatan sosial dan keagamaan tanpa kehadiran almarhum. Apakah itu kematian, perkawinan, apa saja, pokoknya pasti ada Pak Sukardy, begitu pedulinya beliau,” kenang SDK.
Sikap yang Tidak Terseret dalam Konflik
Yang paling dikenang oleh SDK adalah sikap Sukardy yang tidak ingin terseret dalam pusaran konflik. Ia selalu berada di tengah-tengah ketika ada perselisihan. Almarhum tidak pernah membesarkan masalah, tetapi justru ingin meredam dan menyelesaikan konflik.
“Sehingga dengan demikian dia selalu berada di tengah. Orang konflik, dia pasti ada di tengah. Dia tidak ingin membesarkan konflik, tapi selalu ingin meredam konflik dan meniadakan konflik,” ucapnya.
SDK juga mengakui bahwa ia tidak pernah mendengar Sukardy berselisih dengan orang lain. Ia mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
Kepercayaan Agama yang Kuat
Sukardy juga dikenal memiliki ketekunan agama yang kuat. Ia selalu menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh dan tidak pernah terlibat dalam perselisihan dengan siapa pun. Bagi SDK, sikap inilah yang paling membekas.
Di tengah dinamika sosial-politik, almarhum Sukardy memilih menjadi penyejuk, teduh di tengah perbedaan. Ia menjadi contoh bagi banyak orang dalam menjaga harmoni dan kedamaian.





