Gubernur YSK Gelar Open House Lebaran 2026, Tegaskan Sulawesi Utara sebagai Rumah Bersama

Aa1xmscv
Aa1xmscv

Gubernur Sulawesi Utara Akan Gelar Open House Lebaran 2026

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK), akan menggelar Open House dalam rangka Hari Raya Idulfitri 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Bumi Nyiur Melambai. Meski memiliki latar belakang agama Nasrani, YSK tetap konsisten melaksanakan tradisi Open House Lebaran sebagai wujud perhatian terhadap kerukunan dan saling menghargai.

Tahun ini menjadi tahun kedua bagi YSK dalam menjalankan kegiatan tersebut sejak menjabat sebagai kepala daerah. Dengan memperlihatkan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai persaudaraan, ia menekankan bahwa perayaan hari besar keagamaan harus menjadi momentum untuk mempererat ikatan antar sesama.

Momen Penting untuk Memperkuat Persaudaraan

YSK menyatakan bahwa perayaan seperti Lebaran bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan antar masyarakat. Ia menilai bahwa Sulawesi Utara adalah rumah besar bagi semua pihak, baik itu dari latar belakang agama, suku, maupun golongan.

“Sulawesi Utara ini rumah besar kita bersama. Walaupun saya Nasrani, Lebaran adalah sukacita bagi saudara-saudara kita umat Muslim, dan itu juga menjadi kebahagiaan bagi saya,” ujar YSK, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan bahwa Open House yang digelar di kediaman dinas gubernur akan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang apapun. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa Sulut adalah daerah yang rukun dan harmonis. Dalam hal ini, Open House tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga simbol dari kebersamaan, saling menghargai, dan saling mendoakan.

Toleransi sebagai Tanggung Jawab Bersama

Menurut YSK, menjaga toleransi adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menilai bahwa kerukunan adalah kekuatan utama daerah yang perlu dipertahankan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga Sulut untuk terus menjaga nilai-nilai tersebut.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan. Perbedaan itu indah kalau kita rawat dengan kasih dan rasa hormat,” tambahnya.

Dengan cara ini, YSK ingin menunjukkan bahwa keberagaman tidak menjadi penghalang, tetapi justru menjadi kekayaan yang perlu dijaga. Ia yakin bahwa dengan saling menghormati dan memahami satu sama lain, Sulawesi Utara akan tetap menjadi daerah yang damai dan sejahtera.

Keberlanjutan Nilai-Nilai Kerukunan

Open House Lebaran 2026 merupakan bagian dari upaya YSK dalam melestarikan nilai-nilai kerukunan yang telah lama menjadi ciri khas Sulawesi Utara. Dengan membuka pintu lebar-lebar bagi seluruh masyarakat, ia ingin menunjukkan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk merayakan hari besar keagamaan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan sosial antar komunitas. Dengan adanya Open House, masyarakat dapat bertemu, berinteraksi, dan saling berbagi kebahagiaan. Hal ini tentu saja mendukung terciptanya lingkungan yang lebih harmonis dan saling mendukung.

Dengan komitmen yang kuat dan tindakan nyata, Gubernur YSK menunjukkan bahwa ia tidak hanya seorang pemimpin, tetapi juga seorang pembawa semangat kerukunan dan toleransi. Dengan begitu, Sulawesi Utara akan terus menjadi contoh dalam menjaga perdamaian dan keharmonisan antarumat beragama.

Pos terkait