Aktivitas Gunung Burni Telong Meningkat, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Aktivitas kegempaan di Gunung Burni Telong, yang berada di Kabupaten Bener Meriah, terus meningkat dalam dua hari terakhir. Gunung setinggi 2623 mdpl ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas kegempaannya. Berdasarkan data evaluasi dari periode 28 Februari hingga 1 Maret 2026, tercatat lonjakan aktivitas vulkanik dalam dari sebelumnya 11 kali menjadi 20 kali kejadian dengan amplitudo mencapai 34 mm.
Selain itu, getaran tektonik lokal juga mengalami kenaikan drastis, dari hanya 1 kali menjadi 7 kali kejadian. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika di bawah permukaan gunung api tersebut semakin aktif. Meski demikian, secara visual puncak gunung masih terlihat jelas tanpa adanya kepulan asap kawah.
Kondisi Cuaca dan Lingkungan Sekitar
Kondisi cuaca di sekitar kawasan Gunung Burni Telong saat ini terpantau fluktuatif. Mulai dari cuaca cerah hingga turun hujan dengan suhu udara yang cukup sejuk, berkisar antara 17 hingga 24 derajat Celsius. Perubahan cuaca ini bisa memengaruhi tingkat risiko yang ada di sekitar area gunung.
Status Gunung Burni Telong Masih Level II
Saat ini, Gunung Burni Telong masih berada pada Level II (Waspada), sesuai dengan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan petugas pos pengamatan Burni Telong. Status ini menunjukkan bahwa meskipun belum mencapai tingkat bahaya yang lebih tinggi, masyarakat tetap perlu waspada terhadap kemungkinan perubahan aktivitas gunung.
Rekomendasi untuk Masyarakat dan Pengunjung
Pengamat PVMBG, Muhammad Saiful Zulkiram, menegaskan agar masyarakat, pengunjung, maupun pendaki tetap waspada dan mematuhi batas aman yang telah ditetapkan. Rekomendasi ketat diberlakukan bagi siapa pun yang ingin mendekati area kawah dalam radius 3 kilometer. Selain itu, masyarakat sangat dilarang berada di wilayah fumarola dan solfatara terutama saat cuaca mendung atau hujan.
Hal ini dilakukan guna menghindari risiko gas beracun yang bisa membahayakan keselamatan. Dengan adanya peningkatan aktivitas kegempaan, penting bagi semua pihak untuk selalu memperhatikan informasi terkini dari instansi terkait.
Langkah Pencegahan dan Kesadaran Bersama
Dalam situasi seperti ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga jarak aman dan mengikuti rekomendasi dari para ahli menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana. Para pengunjung dan pendaki juga diharapkan tidak mengabaikan anjuran yang diberikan oleh petugas pengamatan gunung.
Dengan terus memantau kondisi gunung dan mengikuti langkah-langkah pencegahan, masyarakat dapat tetap merasa aman sambil menantikan perkembangan lebih lanjut dari aktivitas Gunung Burni Telong.





