Aktivitas Vulkanik Gunung Ibu yang Meningkat
Pada hari Senin, 2 Maret 2026, pukul 15.05 WIT, Gunung Ibu yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara kembali mengalami erupsi. Abu vulkanik yang terlempar membumbung ke langit hingga ketinggian sekitar 500 meter dari atas puncak letusan. Kolom abu yang teramati memiliki warna kelabu dengan intensitas tebal dan arah yang condong ke tenggara.
Letusan tersebut terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum sebesar 28 mm dan durasi selama 47 detik. Hal ini dilaporkan oleh salah satu petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu, Richard Chaniago, dalam laporan resmi untuk Badan Geologi.
Sebelumnya, pada pukul 13.55 WIT, Gunung Ibu juga mengalami erupsi, meskipun visual letusan tidak dapat diamati. Vibrasi yang dihasilkan dari letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum sebesar 28 milimeter dengan durasi 43 detik.
Satu hari sebelumnya, yaitu pada Ahad, 1 Maret 2026, Gunung Ibu mengalami enam kali erupsi. Letusan pertama terjadi pada pukul 06.07 WIT dengan tinggi kolom abu sekitar 300 meter. Pada sore hari, tepatnya pukul 16.33 WIT, Gunung Ibu kembali meletus dan menyemburkan abu vulkanik setinggi 300 meter dari atas puncak. Rekaman seismograf menunjukkan getaran yang dihasilkan memiliki amplitudo maksimum sebesar 28 mm dan durasi 44 detik.
Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 17.55 WIT, Gunung Ibu kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 300 meter dari atas puncak. Pada pukul 18.00 WIT, letusan kembali terjadi dengan tinggi kolom abu mencapai 400 meter dari atas puncak.
Memasuki malam hari, pukul 19.40 WIT, Gunung Ibu kembali meletus dan memuntahkan abu vulkanik setinggi 300 meter dari atas puncak. Durasi letusan mencapai 49 detik. Letusan terakhir terjadi pada pukul 21.21 WIT, di mana Gunung Ibu memuntahkan abu vulkanik setinggi 400 meter dari atas puncak. Kolom abu yang teramati memiliki warna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara.
Status Gunung Ibu Saat Ini
Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa saat ini Gunung Ibu berada dalam status Level II atau Waspada. Artinya, masyarakat di sekitar Gunung Ibu serta wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah. Selain itu, perlu adanya perluasan sektoral hingga jarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
Lana Saria juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas suasana di masyarakat. Ia meminta semua pihak agar tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks) dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Informasi Umum tentang Gunung Ibu
Gunung Ibu merupakan bagian dari busur vulkanik Halmahera. Aktivitas vulkanik Gunung Ibu dipicu oleh pergerakan Lempeng Laut Maluku. Kawah vulkanik Gunung Ibu memiliki lebar sekitar 1 kilometer dan kedalaman kawah sekitar 400 meter.
Selain Gunung Ibu, beberapa gunung lain yang terbentuk akibat pertemuan tiga lempeng tektonik—Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia—adalah Gunung Gamkonora, Dukono, Tobaru, dan Todoko-ranu. Aktivitas vulkanik di wilayah ini tetap menjadi perhatian serius bagi para ahli geologi dan masyarakat sekitar.





