Gunung Lewotolok Lembata Level II, 78 Gempa dan 168 Hembusan Letusan

Gunung Lewotolok 124 Kali Gempa Letusan Dan 151 Kali Gempa Hembusan 1
Gunung Lewotolok 124 Kali Gempa Letusan Dan 151 Kali Gempa Hembusan 1

Status Gunung Ili Lewotolok Masih dalam Level III

Gunung Ili Lewotolok, yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, saat ini berada dalam status Level III atau Siaga. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas gempa letusan dan hembusan masih cukup tinggi dalam 24 jam terakhir. Masyarakat di sekitar gunung dilarang untuk beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat aktivitas, serta wilayah sektoral 2,5 km di bagian selatan, tenggara, dan barat.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya seperti guguran lava, abu vulkanik, dan lahar. Untuk menghindari gangguan kesehatan, penggunaan masker pelindung sangat dianjurkan.

Kondisi Terkini Gunung Ili Lewotolok

Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung dalam rentang waktu Minggu (1/3/2026) pukul 00.00-24.00 Wita. Berdasarkan data yang dirilis, gunung tersebut memiliki posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT, dengan ketinggian 1423 mdpl.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa gunung api tertutup kabut 0-I hingga tertutup kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, dengan angin lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara sekitar 27-30°C.

Aktivitas Gempa Letusan dan Hembusan

Berdasarkan pengamatan kegempaan, tercatat:

  • 78 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 15.2-34 mm, dan lama gempa 32-34 detik.
  • 168 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2.9-13.4 mm, dan lama gempa 25-27 detik.
  • 2 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 6.3-7.5 mm, dan lama gempa 133-189 detik.
  • 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 16.8 mm, S-P 0.5 detik dan lama gempa 13 detik.
  • 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 9.9 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 89 detik.

Rekomendasi bagi Masyarakat

Pihak berwenang memberikan beberapa rekomendasi penting untuk masyarakat dan pengunjung:

  1. Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, dan wisatawan dilarang memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas. Masyarakat Desa Lamatokan dan Desa Jontona diminta selalu waspada terhadap ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dari bagian timur puncak/kawah.
  2. Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, dan wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara dilarang memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas. Mereka juga diminta waspada terhadap ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dari bagian selatan dan tenggara puncak/kawah.
  3. Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, dan wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka dilarang memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas. Mereka juga diminta waspada terhadap ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dari bagian barat puncak/kawah.
  4. Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) atau gangguan kesehatan lainnya akibat abu vulkanik, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok disarankan menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
  5. Masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok diminta selalu waspada terhadap ancaman bahaya lahar, terutama saat musim hujan.


Pos terkait