Gunung Semeru Meletus, Aliran Abu 800 Meter Mengancam

Aa1wx1i7
Aa1wx1i7



JAKARTA – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada malam hari tanggal 17 Februari 2026. Letusan ini terjadi pukul 21.50 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 800 meter di atas puncak gunung, atau setara dengan 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, kolom abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, terutama ke arah timur dan tenggara. Daerah tersebut berada di perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum sebesar 21 mm dan durasi sekitar 119 detik,” ujarnya.

Berdasarkan catatan aktivitas gunung berapi tersebut, Gunung Semeru mengalami delapan kali erupsi pada hari yang sama. Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.17 WIB, namun visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut.

Sigit menjelaskan bahwa saat ini Gunung Semeru berada dalam status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Hal ini menunjukkan adanya risiko yang signifikan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa rekomendasi penting untuk keselamatan masyarakat.

Beberapa rekomendasi tersebut meliputi:

  • Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan, dalam jarak 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
  • Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Alasan utamanya adalah potensi terjadinya perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
  • Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena daerah tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Pemerintah dan lembaga terkait terus memantau kondisi Gunung Semeru secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi yang diberikan oleh PVMBG serta instansi lainnya.

Dengan adanya erupsi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami risiko yang ada dan bersiap siaga jika terjadi perubahan kondisi gunung berapi. Kewaspadaan dan kesadaran akan bencana alam sangat penting dalam mengurangi risiko kerugian yang bisa terjadi.

Pos terkait