Guru Honorer NTT Dapat Tunjangan Profesi Sebelum Viral

Aa1xjgnk 1
Aa1xjgnk 1



Seorang guru honorer di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang viral di media sosial karena hanya menerima gaji sebesar Rp 200 ribu per bulan dan harus menumpang truk ke sekolah, memicu simpati dari publik. Namun, sebelum video tersebut ramai dibicarakan, ternyata ada proses administratif yang telah berjalan lebih dulu untuk membantu nasib guru bernama Agustinus Nitbani.

Agustinus, yang telah mengabdi hampir selama 24 tahun, pernah bertemu langsung dengan Bupati Kupang, Yosef Lede, pada 9 Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan aspirasinya terkait kesejahteraannya sebagai tenaga pendidik. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ekonominya.

“Ini sudah mengabdi begini lama, sudah hampir 24 tahun. Saya mohon perhatian,” ujar Agustinus dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Bupati pun mempersilakan Agustinus menjelaskan secara rinci harapan-harapannya.

Bupati menjelaskan bahwa pengangkatan sebagai aparatur sipil negara harus melalui mekanisme seleksi sesuai aturan yang berlaku. “Kalau bisa langsung, besok pun Bapak sudah tanda tangan. Tapi mekanismenya harus tes. Semua harus ikut prosedur,” jelasnya.



Setelah pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pendidikan membantu proses administrasi yang diperlukan. Data Agustinus telah diinput, dan ia akhirnya menerima penetapan tunjangan profesi sebesar Rp 2 juta per bulan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam penjelasan resmi, disebutkan bahwa sebelum video tersebut viral di media sosial, proses penyelesaian dan penetapan tunjangan sudah berjalan. Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk menyikapi informasi secara utuh dan bijak. Mereka juga menekankan bahwa proses administratif sering kali tidak terlihat di ruang publik.

Beberapa hal penting yang perlu diketahui:

  • Proses administrasi untuk meningkatkan kesejahteraan Agustinus sudah berjalan sebelum video tersebut viral.
  • Penetapan tunjangan profesi sebesar Rp 2 juta per bulan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
  • Pemerintah daerah menegaskan pentingnya memahami proses yang terjadi di balik layar, terutama dalam kasus-kasus yang menarik perhatian publik.

Selain itu, beberapa langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah mencerminkan komitmen mereka untuk memperhatikan nasib para tenaga pendidik, terutama yang bekerja sebagai guru honorer. Meskipun gaji yang diterima belum sepenuhnya memadai, upaya-upaya seperti pemberian tunjangan profesi merupakan langkah awal yang penting.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang hanya menampilkan sisi tertentu dari suatu masalah. Penting untuk memahami seluruh proses dan konteks yang terjadi, termasuk di balik layar.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana komunikasi yang baik antara pihak pemerintah dan masyarakat dapat membuka jalan bagi solusi yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan demikian, harapan besar untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dapat tercapai secara bertahap.

Pos terkait