Gus Fawait: MBG Berdampak Besar pada Ekonomi Jember

Sandiaga Uno Waisak Berdampak Besar Pada Ekonomi Di Magelang
Sandiaga Uno Waisak Berdampak Besar Pada Ekonomi Di Magelang

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Berdampak Besar terhadap Perekonomian Jember

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah-daerah, termasuk Kabupaten Jember. Bupati Jember, Muhammad Fawait atau lebih dikenal sebagai Gus Fawait, menyampaikan bahwa program ini menjadi pengungkit perekonomian yang sangat penting.

Pengungkit Perekonomian dari APBD

Menurut Gus Fawait, saat semua dapur MBG beroperasi, setidaknya 15 ribu tenaga kerja akan diserap. Dengan hampir 270 dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Jember, program ini juga memperkirakan perputaran uang sebesar Rp 4 triliun per tahun. Hal ini dilakukan di luar anggaran APBD Jember yang mencapai Rp 4,3 triliun pada tahun 2026.

“APBD Jember itu 4,3 triliun tahun 2026, dan Jember punya jumlah total dapur MBG terbesar di Jawa Timur, hampir 270 dapur yang beroperasi di Kabupaten Jember,” jelas Gus Fawait.

Efek Domino dari Program MBG

Selain efek langsung dalam penyerapan tenaga kerja, program MBG juga membawa efek domino yang besar. Menurut Bupati Jember, jika tidak ada MBG, pertumbuhan ekonomi harus didorong secara signifikan agar bisa mencapai angka 15 ribu lapangan kerja.

“Jika tidak ada dapur MBG, itu harus berapa persen pertumbuhan ekonomi didorong supaya mencapai 15 ribu lapangan kerja,” tambah Gus Fawait.

Selain itu, perputaran uang sebesar Rp 4 triliun lebih per tahun di Jember juga akan meningkatkan keberkahan ekonomi. Dengan ditambahkan anggaran APBD yang sebesar Rp 4,3 triliun, total perputaran uang di Jember akan mencapai lebih dari Rp 8,3 triliun.

Distribusi Perputaran Uang ke Daerah

Gus Fawait menilai bahwa MBG adalah sebuah program yang brilian. Ia menyebutkan bahwa selama ini keuangan Indonesia hanya berputar di Jakarta. Namun, dengan adanya MBG, perputaran uang bisa didistribusikan ke daerah-daerah, termasuk Jember.

Efek domino dari program ini juga akan terasa pada sektor pertanian dan UMKM. Contohnya, petani jeruk di Semboro yang sebelumnya mengalami kesulitan karena harga jeruk rendah. Kini, harga jeruk telah meningkat dari Rp 4 ribu per kilogram menjadi Rp 10-12 ribu per kilogram. Hal ini memberikan pendapatan yang lebih baik bagi petani dan buruh tani, serta meningkatkan belanja di Jember.

Dukungan untuk UMKM dan Lapangan Kerja

UMKM juga akan mendapat manfaat dari program MBG. Menurut Gus Fawait, UMKM akan berkontribusi dalam menambah lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, Pemkab Jember menyatakan dukungan penuh agar MBG dapat berjalan secara baik.

Meski masih ada beberapa kekurangan, Gus Fawait menilai bahwa kebijakan besar seperti MBG membutuhkan waktu untuk ideal. Negara lain juga membutuhkan waktu untuk menjalankan kebijakan tersebut. Ia menilai bahwa dalam jangka waktu satu tahun, perkembangan MBG di Jember sudah cukup luar biasa.

Saluran Aduan untuk Keberlanjutan Program

Untuk memastikan kualitas pelaksanaan MBG, Pemkab Jember membuat saluran aduan. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat melaporkan temuan SPPG atau dapur yang menyajikan MBG kurang sesuai.

“Tujuannya, jika ada temuan SPPG atau dapur yang menyajikan MBG kurang pas, bisa dilaporkan ke saluran aduan Wadul Gus e,” ujar Gus Fawait.


Pos terkait