Halaman Markas Yonif 614 Jadi Pusat Takjil UMKM Malinau Saat Ramadan 2026

Aa1xlf5g 1
Aa1xlf5g 1

Inisiatif Baru Batalyon Infanteri 614 Raja Pandita untuk Meningkatkan Ekonomi Warga

Di tengah upaya memperkuat ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan, Batalyon Infanteri 614 Raja Pandita melakukan transformasi besar-besaran dengan membuka lahan markas untuk warga Desa Belayan. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan ruang khusus bagi pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menjajakan produknya.

Transformasi ini juga menjadi langkah nyata dalam menghapus kesan kaku antara instansi militer dan masyarakat setempat. Dengan pemanfaatan lahan di depan pagar hingga halaman dalam satuan, warga kini dapat mendirikan tenda jualan maupun fasilitas cafe di lingkungan Batalyon Infanteri 614 Raja Pandita yang telah beroperasi selama 17 tahun tersebut.

Komandan Batalyon Infanteri 614 Raja Pandita, Letkol Inf Ary Prasetiawan, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat. Program ini juga melibatkan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LX Yonif 614 untuk berkolaborasi dengan warga.

“Pimpinan memberikan peluang kepada ibu-ibu UMKM untuk membuat tenda di depan pagar. Ini secara tidak langsung menumbuhkan perekonomian masyarakat di Desa Belayan,” ujar Ary Prasetiawan.

Kehadiran lapak kuliner dan cafe di area ini memudahkan anggota batalyon dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian. Terlebih saat memasuki bulan suci Ramadan 2026, lokasi ini menjadi pusat takjil bagi prajurit maupun warga sekitar.

Aktivitas ekonomi ini tidak hanya terbatas pada area luar pagar, namun masyarakat diperbolehkan masuk ke halaman dengan pengawasan petugas jaga.

Transformasi ini mengubah pola hubungan yang dulunya terasa berjarak menjadi lebih inklusif. Interaksi sosial antara warga dan prajurit kini terlihat lebih cair dengan adanya fasilitas bermain untuk anak-anak di area yang ditentukan.

Hal ini sekaligus menunjukkan fungsi markas militer yang tidak hanya sebagai pusat pertahanan, namun juga ruang sosial. “Masyarakat menyatakan belum pernah terjadi selama ini, di mana sekarang bukan saja jualan di depan pagar, orang tua serta anak-anak pun ikut bermain di dalam halaman Batalyon,” katanya.

Warga Desa Belayan di Kecamatan Malinau Utara berharap program pemberdayaan ekonomi ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Dukungan tempat berjualan yang representatif dinilai sangat membantu pendapatan tambahan keluarga petani dan pedagang kecil.

Dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat, kolaborasi antara prajurit, Persit, dan warga terus dilakukan. Hal ini memudahkan akses kebutuhan harian serta persiapan pusat takjil Ramadan 1447 H.

Program ini juga memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat. Selain memberikan ruang untuk berjualan, markas militer kini menjadi tempat interaksi yang lebih ramah dan terbuka.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan dapat terus berkembang. Selain itu, hubungan antara TNI dan masyarakat semakin kuat dan harmonis.

Pengembangan ekonomi kerakyatan di wilayah perbatasan menjadi prioritas utama. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI dan masyarakat, diharapkan akan tercipta lingkungan yang saling mendukung dan berkembang bersama.

Pos terkait