Kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Berbagai Wilayah
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di berbagai provinsi. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh lonjakan harga cabai rawit dan daging ayam ras, terutama selama Ramadan atau pekan keempat Februari 2026.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa sejumlah kabupaten/kota mencatat kenaikan IPH yang signifikan. Komoditas pemicu kenaikan ini relatif seragam, terutama bahan pangan pokok yang banyak dibutuhkan selama bulan Ramadan.
“Yang paling menyebabkan kenaikan harga IPH di berbagai provinsi antara lain adalah karena harga cabai rawit dan daging ayam ras yang terus meningkat,” ujar Amalia dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah, yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Di Pulau Sumatera, Kabupaten Bangka menjadi daerah dengan perubahan IPH tertinggi. Kenaikan tersebut dipicu oleh naiknya harga daging sapi, cabai rawit, dan daging ayam ras. Sementara itu, di Pulau Jawa, Kabupaten Trenggalek mencatat kenaikan IPH hingga 7,5 persen, yang disebabkan oleh lonjakan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah.
Adapun di wilayah luar Sumatera dan Jawa, kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Lombok Timur. Komoditas utama yang mendorong kenaikan di wilayah ini adalah cabai rawit, cabai merah, dan daging sapi.
Amalia menjelaskan bahwa pola kenaikan harga tersebut mencerminkan karakteristik musiman menjelang Ramadan. Permintaan terhadap bahan pangan seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, beras, dan bawang merah cenderung meningkat.
Harga Cabai Rawit dan Daging Ayam Ras Mengalami Lonjakan
Harga rata-rata nasional cabai rawit hingga minggu keempat Februari 2026 tercatat sebesar Rp 70.000 per kilogram. Harga tersebut telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen, dengan rata-rata mencapai Rp70.000 per kilogram. Sebanyak 221 kabupaten/kota tercatat mengalami kenaikan IPH cabai rawit.
Harga cabai rawit tertinggi tercatat mencapai Rp200.000 per kilogram, sedangkan terendah sebesar Rp26.111 per kilogram. Harga tertinggi ditemukan di sejumlah daerah di Papua, yakni Kabupaten Nduga, Mappi, dan Intan Jaya.
Kenaikan IPH cabai rawit tertinggi terjadi di Kabupaten Situbondo, dengan harga saat ini Rp79.991 per kilogram dan lonjakan IPH mencapai 125,9 persen. Harga tersebut sekitar 40 persen di atas HAP.
Selain itu, Kabupaten Pasuruan juga menjadi sorotan dengan kenaikan IPH cabai rawit mencapai 115 persen dan harga saat ini Rp78.792 per kilogram.
Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan
Sementara rata-rata nasional harga daging ayam ras Rp 41.000 per kilogram. BPS menekankan bahwa daerah-daerah dengan harga di atas HAP dan kenaikan IPH tinggi perlu mendapat perhatian lebih lanjut guna menjaga stabilitas harga pangan selama periode Ramadan.
Peningkatan harga komoditas pangan ini tidak hanya memengaruhi masyarakat umum, tetapi juga berdampak pada kebijakan pemerintah dalam menjaga inflasi dan ketersediaan pasokan pangan. Dengan data yang diperoleh, BPS akan terus memantau perkembangan harga dan memberikan rekomendasi kepada pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.





