JAKARTA — Perusahaan kelapa sawit Grup Sinarmas, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR), mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,58 triliun selama tahun 2025. Meski demikian, produksi Tandan Buah Segar (TBS) dan Crude Palm Oil (CPO) perusahaan mengalami penurunan sepanjang tahun tersebut.
Dalam laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen SMAR menjelaskan bahwa penurunan produksi kebun pada tahun 2025 disebabkan oleh persiapan lahan untuk peremajaan tanaman yang sudah tua. Produksi TBS perusahaan sebesar 2,21 juta ton sepanjang tahun 2025, turun dari 2,24 juta ton pada tahun 2024. Penurunan ini tercatat sebesar 1% secara tahunan.
Secara lebih rinci, produksi TBS Inti SMAR turun 0,5% menjadi 1,73 juta ton, sementara produksi TBS plasma turun 4% menjadi 480.000 ton. Sementara itu, produksi produk sawit SMAR juga mengalami penurunan sebesar 2% menjadi 665.000 ton, turun dari 677.000 ton pada tahun 2024. Rinciannya, produksi CPO turun 1% menjadi 525.000 ton, dari 532.000 ton.
Produksi Palm Kernel (PK) SMAR juga turun menjadi 140.000 ton, dari 145.000 ton atau turun 4% secara tahunan.
Meskipun produksi menurun, penjualan SMAR pada tahun 2025 meningkat sebesar 10%, terutama didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata. Penjualan SMAR terdiri atas 53% penjualan domestik dan 47% penjualan ekspor.
Untuk tahun 2026, manajemen SMAR akan mempertahankan tingkat produksi kebun meskipun ada kegiatan peremajaan tanaman. Selain itu, SMAR akan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp3 triliun, terutama untuk program peremajaan tanaman, penambahan kapasitas fasilitas produk bernilai tambah, pabrik oleokimia, peningkatan fasilitas logistik, serta inisiatif pengurangan emisi karbon.
Berdasarkan laporan keuangan hingga 31 Desember 2025, penjualan bersih SMAR mencapai Rp86,94 triliun. Angka ini naik 10,28% secara year-on-year (YoY) dibandingkan dengan Rp78,83 triliun pada tahun 2024. Penjualan bersih SMAR terdiri atas penjualan domestik sebesar Rp46,04 triliun dan penjualan ekspor sebesar Rp40,9 triliun.
Pada tahun 2025, beban pokok penjualan SMAR juga meningkat dari Rp70,82 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp76,73 triliun. Selain itu, SMAR membukukan beban usaha sebesar Rp6,62 triliun, beban bunga dan keuangan lainnya sebesar Rp1,04 triliun, serta beban pajak sebesar Rp718,08 miliar. Beban usaha pembayaran bea keluar dan pungutan sebesar Rp2,68 triliun.
Akibatnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih SMAR pada tahun 2025 sebesar Rp2,58 triliun. Laba bersih ini melonjak 102,19% YoY dari Rp1,27 triliun pada tahun 2024.
Kinerja Keuangan SMAR Tahun 2025
Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





