Harga CPO dorong BWPT raih pendapatan Rp5,8 triliun, naik 34% pada 2025

Aa1xkoto
Aa1xkoto



JAKARTA — PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,8 triliun pada tahun 2025. Angka ini meningkat sebesar 34% dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp4,3 triliun pada 2024. Perusahaan mencatat pertumbuhan yang signifikan berkat peningkatan volume penjualan sebesar 15% dan harga jual rata-rata minyak sawit mentah (crude palm oil / CPO) yang lebih baik.

Corporate Secretary PT Eagle High Plantations Tbk., Rizka Dewi menjelaskan bahwa kinerja perusahaan didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, peningkatan produksi dan penjualan yang terus-menerus. Kedua, harga CPO yang kondusif, serta ketiga, penguatan fundamental operasional secara berkelanjutan.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih BWPT pada 2025 tercatat sebesar Rp379 miliar, naik 39% dibandingkan laba pada 2024 sebesar Rp272 miliar. Pertumbuhan laba ini mencerminkan kombinasi antara peningkatan pendapatan, efisiensi biaya, serta optimalisasi kinerja operasional di seluruh lini usaha.

Penguatan Fundamental Operasional

Selama tahun lalu, BWPT juga fokus memperkuat fundamental melalui penyelesaian pembangunan extension mill di Kalimantan Timur. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas olah dan efisiensi proses produksi. Selain itu, proyek ini akan mendukung pertumbuhan volume produksi di masa depan.

Pada 2026, perusahaan akan melanjutkan langkah strategis dengan membangun fasilitas Biogas dan Kernel Crushing Plant (KCP). Inisiatif ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam mendorong praktik operasional yang lebih berkelanjutan serta optimalisasi pemanfaatan hasil samping produksi.

Komitmen terhadap Keberlanjutan

Dari sisi keberlanjutan, BWPT telah memperoleh satu sertifikasi RSPO dan satu sertifikasi ISPO pada tahun 2025. Sertifikasi ini semakin memperkuat komitmen perusahaan terhadap praktik perkebunan kelapa sawit yang bertanggung jawab sesuai standar nasional maupun internasional. Capaian ini menegaskan langkah BWPT dalam mengedepankan tata kelola yang baik, transparansi, serta praktik keberlanjutan di seluruh operasional.

Komitmen tersebut juga tercermin dalam peningkatan skor penilaian keberlanjutan global melalui SPOTT (Sustainability Policy Transparency Toolkit). Pada tahun ini, Perseroan meraih skor 85,67, meningkat 4,31% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 81,4%. Peningkatan ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam memperkuat transparansi dan praktik keberlanjutan secara berkelanjutan.

Peningkatan Produktivitas dan SDM

Selain itu, Perseroan terus mendorong implementasi operational excellence di seluruh unit usaha. Hal ini dilakukan melalui peningkatan produktivitas kebun, efisiensi biaya produksi, penguatan tata kelola, serta pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi penting dalam menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rizka Dewi.

Pos terkait