Harga daging sapi di Tanjungpinang melonjak, Disperdagin cari solusi

995046 720
995046 720

Kenaikan Harga Daging Sapi di Tanjungpinang Menjelang Ramadan 2026

Harga daging sapi segar di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengalami kenaikan yang signifikan. Perubahan harga ini terjadi menjelang bulan Ramadan tahun 2026. Sebelumnya, harga daging sapi hanya sebesar Rp140 ribu per kilogram, namun kini naik menjadi Rp160 ribu per kilogram. Bahkan, beberapa pedagang telah sepakat untuk menaikkan harga hingga Rp170 ribu per kilogram.

Menurut Kabid Stabilisasi Harga dari Dinas Perdagangan Tanjungpinang, Riyanto, kenaikan harga ini disebabkan oleh tingginya harga sapi dari daerah asal. Hal ini membuat para pedagang memutuskan untuk menaikkan harga daging potong agar tidak mengalami kerugian lebih besar.

“Kami sudah komunikasi dengan pedagang sapi,” ujar Riyanto. Ia menjelaskan bahwa harga sapi dari Lampung meningkat, ditambah dengan biaya ongkos kirim yang juga semakin mahal.

Disperdagin Tanjungpinang saat ini belum memiliki solusi untuk menekan angka harga daging sapi segar di pasaran. Pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi untuk mencari solusi. “Semoga ada solusi sebelum lebaran nanti, agar harga daging sapi tetap terkendali,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Tanjungpinang-Bintan, Thamrin, mengatakan bahwa pedagang tidak meraup untung jika menjual daging segar senilai Rp140 ribu per kilogram, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Badan Pangan Nasional (Bapanas). Daging segar dengan harga Rp170 ribu per kilogram, menurutnya, hanya mendapatkan untung yang tipis, mengingat harga sapi dan ongkos kirim dari Lampung cukup tinggi.

“Jika Rp170 ribu untungnya juga tipis. Karena ongkosnya tidak main-main, Bapanas tidak hitung itu,” jelas Thamrin. Saat ini, ia mengakui ketersediaan sapi di kandang miliknya ada belasan ekor dan akan didatangkan lagi sebanyak 11 ekor dari Lampung.

Dia tetap menunggu kebijakan dari Bapanas untuk tidak lagi memaksa pedagang menjual daging Rp140 ribu. “Kami juga minta jaminan soal harga. Apalagi saat ini jeroan kurang laku, otomatis modal yang harus dikeluarkan juga tinggi,” tambahnya.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga Daging Sapi

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga daging sapi di Tanjungpinang antara lain:

  • Peningkatan harga sapi dari daerah asal, seperti dari Lampung.
  • Biaya ongkos kirim yang semakin tinggi.
  • Tidak adanya kebijakan dari pemerintah yang dapat menstabilkan harga daging sapi.

Upaya yang Dilakukan

Dinas Perdagangan Tanjungpinang berencana untuk:

  • Melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi.
  • Mencari solusi untuk menekan kenaikan harga daging sapi.
  • Memastikan harga daging tetap terkendali menjelang Lebaran.

Sementara itu, para pedagang dan peternak berharap adanya kebijakan yang dapat membantu mereka dalam menjaga stabilitas harga daging sapi.


Pos terkait